Suksesi

PDIP Minta Penyelenggara Netral

RAHA, BKK – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta kepada seluruh penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk netral.

Jelang pemungutan suara ulang (PSU) jilid dua di Kabupaten Muna, DPP PDIP mengutus pengurusnya untuk datang langsung memantau. Adalah Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang DH dan Sere Tambunan.

Selain itu, turut hadir Sekretaris DPD PDIP Sultra Litanto dan Ketua DPRD Kolaka Utara Musakir Salira serta anggota DPRD Kota Kendari Amarullah.

“Kami meminta kepada penyelenggara pilkada di Muna yaitu KPU, Panwaslu, PPS, PPK, harus netral. PSU Jilid II ini dipantau langsung DPP PDIP,” tekan Litanto, Jumat (17/6).

Di Pilkada Muna, PDIP mengusung pasangan nomor urut satu LM Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita). Soal peluang pasangan yang diusungnya, anggota DPRD Sultra ini optimis menang.

“Kita memang sudah menang dari awal, semua orang tahu itu. Justru kita minta MK bertanggungjawab atas putusan sepihak yang memerintahkan menggelar PSU jilid II di Muna. Ini disinyalir skenario MK, apalagi dasar MK memutuskan itu cuma karena surat lurah,” paparnya.

“Katanya ada 17 orang warga yang bukan warga di dua kelurahan itu. Tapi setelah kita kroscek di lapangan, terbukti kalau mereka ini memang warga di dua kelurahan itu dan berhak mengikuti PSU jilid II,” tambahnya.

Atas putusan MK ini, tegas Litanto, DPP PDIP telah mengambil langkah hukum.

“Kita akan membuat gugatan terhadap MK. Saat ini kita sudah ranpungkan semua laporan dari tingkah bawah,” tutupnya. (cr1/c/pas)

To Top