Jangan Lagi Ada PSU Jilid III – Berita Kota Kendari
Suksesi

Jangan Lagi Ada PSU Jilid III

12743921_111313602593237_8533340416573519048_n

KENDARI, BKK– Minggu (19/6) besok, perhatian publik akan mengarah ke Raha. Publik berharap agar hasil Pemungutan Suara Ulang Kedua di dua TPS itu, dapat mengakhiri seluruh pertikaian yang selama ini telah merugikan banyak pihak.

Penjabat Bupati Muna Muhammad Zayat Kaimoeddin menekankan kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut menyukseskan PSU II tersebut. Perbedaan pilihan jangan sampai mengorbankan kedamaian masyarakat umum.
“Gunakan hak pilih kita sendiri, jangan gunakan hak pilih orang lain. Kita semua tak ingin ada lagi masalah. Kita tak mau ada lagi PSU jilid ketiga. Kita semua ingin ini cepat selesai, supaya bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga dalam kondisi yang aman dan tenteram,” kata pria yang akrab disapa Derik ini, saat ditemui dalam acara buka puasa bersama di Kota Kendari, Jumat (17/6).
Derik melanjutkan, PSU II Muna ini telah menjadi perhatian nasional. Masing-masing lembaga negara telah memerintahkan aparatnya untuk langsung ke Muna bekerja.
Dia menyebut Kapolda Sultra, Danrem 143/Haluoleo, tiga pejabat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Hukum dan HAM akan ikut memantau langsung jalannya PSU di Muna.
“Besok kita akan sama-sama menyeberang ke Muna. Kita akan pastikan bahwa PSU jilid dua ini berjalan dengan lancar,” terang Zayat saat ditemui buka puasa bersama di Kendari.
Dari hasil koordinasi dengan Kapolres Muna, pengamanan di Muna akan dilakukan secara maksimal. Dua TPS, yakni TPS Raha dan TPS Womponiki masing-masing dijaga 150 aparat gabungan Brimob, Polres dan TNI.
“Secara keseluruhan, ada 400 aparat Brimob yang amankan yang didukung kekuatan Kodim Muna. Situasi Kamtibmas di Muna aman walaupun memang ada insiden, tapi itu masih batas aman,” terang pria yang akrab disapa Derik ini.
Meski ada potensi kriminalitas, namun jam malam tidak akan diberlakukan. Sebagai langkah antisipasi, aparat keamanan akan bersiaga penuh 24 jam. Siapapun yang kedapatan dan dianggap memicu keributan, akan langsung diciduk.
Selain keamanan, Derik ikut mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Jika ada, dia memastikan sanksi akan diberikan. “Kepada camat dan lurah, jangan coba main-main,” tekannya.
Lembaga penyelenggara, terutama KPU juga menaruh perhatian khusus pada penyelenggaraan PSU II Pilkada Muna ini. Tak tanggung-tanggung, KPU RI menugaskan dua komisionernya, yakni Arif Budiman dan Hadar S Gumay, untuk mengamati jalannya pemungutan suara secara langsung.
“Mereka besok ada di Kendari sekitar pukul 10.30, dan selanjutnya menyeberang ke Muna untuk melakukan monitoring dan supervisi pelaksanaan PSU Muna jilid dua,” kata Ketua KPU Sultra, Hidayatullah kepada Berita Kota Kendari, Jumat (17/6).
Hidayatullah mengaku, KPU Muna sudah siap 100 persen melaksanakan PSU jilid dua ini. Daftar pemilih tetap (DPT) yang sempat dipersoalkan pasangan calon (paslon), sudah tuntas.
“Saat ini, tidak ada kendala lagi. KPU Muna sudah siap melaksanakannya. Kami juga akan turun bersama KPU RI untuk memonitoring dan mensupervisi pelaksanaannya,” jelasnya.
Data Pemilih Tetap yang diperoleh Berita Kota Kendari, total pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya pada dua TPS sebanyak 594 orang. Rinciannya, di TPS 4 Kelurahan Raha I sebanyak 381 orang yang terdiri atas pemilih yang memenuhi syarat (MS) 339 orang dan pemilih yang memenuhi syarat dalam DPTB sebanyak 42 orang.
Sedangkan jumlah pemilih di TPS 4 Kelurahan Wamponiki sebanyak 213 orang
, terdiri atas pemilih yang memenuhi syarat 204 orang dan pemilih yang memenuhi syarat dalam DPTB 9 orang.
Selain KPU RI, Bawaslu RI juga turun lapangan. Kali ini, Ketua Divisi Pencegahan Bawaslu RI, Daniel Zuchron, dipastikan hadir untuk ikut mengawasi pesta demokrasi di Muna.
“Beliau sudah ada di Kendari. Besok (hari ini) akan menyeberang ke Muna. Sekarang, saya stand by di Muna untuk melakukan pengawasan,” terang Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu melalui telepon selulernya.
Menurut Hamiruddin, proses menjelang pemungutan suara cukup kondusif. Penyaluran formulir C6 atau surat pemberitahuan memilih, sementara berlangsung hingga tadi malam. Rencananya, distribusi C6 selesai hari ini.
“Kita akan kawal terus mulai dari distribusi C6 sampai dengan logistik,” kata Hamiruddin.
Selain itu, DPP PDIP juga menurunkan pengurusnya untuk melihat secara langsung jalannya PSU II. Rombongan PDIP ini dipimpin Ketua DPP PDIP Bidang Badan Pemenangan Pemilu, Bambang DH bersama Sere Tambunan. Nampak pula Sekretaris DPD PDIP Sultra Ali Tanto serta kader PDIP, Musakir Salira dan Amarullah.
Siang kemarin, rombongan politisi PDIP tersebut meninjau sejumlah kader atau simpatisan PDIP di Raha yang menjadi korban pertikaian politik. Diantaranya Kodus Moharom dan Pamili cs. Seperti diketahui, Kodus sebelumnya sempat ditikam dan mobilnya dibakar. Pamili juga nasibnya tragis, mobil dan rumahnya dibakar.
Ali Tanto memastikan apa yang dialami oleh warga yang juga kader PDIP tersebut akan disampaikan kepada DPP PDIP. “Kita akan laporkan ke DPP PDIP hasil kunjungan ini. Panasnya politik di Muna berimbas pada masyarakat kita. Ada yang rumahnya dibakar, mobil dibakar, bahkan ada yang ditikam sampai mengalami 6 tusukan,” katanya. (pas-cr1/a/aha)

To Top