Beranda

Ada Anggota DPRD Kendari Diduga Tak Reses

La ode asharKENDARI, BKK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari La Ode Azhar menilai ada beberapa anggota DPRD yang diduga tidak melakukan reses.

Hal ini diungkapkannya, saat ditemui di ruangannya, Jumat (17/6). Ia menuturkan, dugaan tersebut berawal dari pernyataan salah satu anggota DPRD yang menyatakan reses tidak penting dan hanya menghamburkan anggaran.
“Kalau ada anggota DPRD yang katakan reses tidak penting dan hanya menghamburkan anggaran, maka berarti kuat dugaan dia itu tidak melakukan reses,” terangnya.
Ia melanjutkan, reses itu penting karena keluhan masyarakat bisa diketahui secara langsung, terkait keluahan tersebut akan dipenuhi atau tidak tergantung dari anggota DPRD, bukan instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
“Kita juga punya kewenangan untuk mengawal usulan masyarak agar bisa diloloskan instansi Pemkot. Kalau tidak mampu berarti tidak ikut reses,” sindir Azhar.
Untuk itu, kedepannya, politikus Golkar ini menyarankan untuk laporan kegiatan reses mesti dilakukan dengan video bukan hanya foto dan keterangan.
“Supaya kuat, mestinya pembuktian reses dilaporkan dalam bentuk video, supaya ketahuan siapa yang laksanakan, siapa yang tidak,” tandasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Kendari, Abul Rasak SP mengatakan sepakat dengan usulan tersebut. Sebab bagi Rasak, reses memang kegiatan penting untuk mengetahui permasalah masyarakat, beda halnya dengan musrembang.
“Kegiatan kita yang wajib itu reses bukan musrembang, jadi cukup keliru kalau reses tidak penting. Saya juga sepakat kalau nanti laporan reses menggunakan video, tapi ini kita akan rapatkan dulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP, La Ode Umar Bonte  menilai kegiatan reses yang dilakukan tiap anggota DPRD hanya menghamburkan uang saja.
Pasalnya, kegiatan anggota DPRD yang kembali kedaerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk menyerap aspirasi warga (reses), setiap tahun tiga kali dilaksanakan, tidak efisien untuk memberikan solusi terhadap masalah di masyarakat.
“Setelah saya sadari, ternyata reses ini memang tidak begitu efisien dan hanya menghamburkan uang saja, sebab tidak ada solusi yang bisa kita berikan ke masyarakat,” ujar Umar ditemui di ruangannya, Rabu (15/6). (m2/c/jie)

To Top