Kejati Tidak Akan P-21 Berkas Bobby, Polda Tetap Mengirimnya – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejati Tidak Akan P-21 Berkas Bobby, Polda Tetap Mengirimnya

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan tetap mengirim berkas tersangka illegal logging oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Utara (Butur) Herman Yanto alias Bobby, meski jaksa telah memastikan berkasnya tidak akan dinyatakan lengkap atau P-21 sebelum petunjuknya dilengkapi.
Hingga kini, penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra masih kesulitan untuk melengkapi petunjuk jaksa. Pasalnya, pemilik kayu bernama La Ode Hakim tak kunjung memenuhi panggilan polisi.
La Ode Hakim yang tidak lain ipar Bobby, telah tiga kali dipanggil untuk diperiksa, namun masih terus mangkir. Sehingga, penyidik menerbitkan surat perintah membawa atau penjemputan paksa.
Namun, setelah penyidik mendatangi rumahnya sebanyak tiga kali, La Ode Hakim tak juga ditemukan. Penyidik menduga Hakim sengaja disuruh lari oleh Bobby, agar berkasdnya tidak pernah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
“Kita tetap akan kirim berkasnya, meski petunjuk jaksa kita belum lengkapi. Kita sudah datangi di rumahnya tiga kali, tapi La Ode Hakim tidak pernah ada,” ujar Kepala Subdirektorat (kasubdit) IV Tipiter Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartono SIK, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/5).
Ditanya ada kemungkinan La Ode Hakim sengaja disembunyikan Bobby, Hartono enggan menampiknya. Bahkan, ia menyebut 1.000 persen La Ode Hakim memang disembunyikan Bobby.
“Iya, 1.000 persen pasti disembunyikan (Bobby). La Ode Hakim ini kan ipar dari Bobby. Kita sudah tanya tetangga dan kepala desa setempat, memang La Ode Hakim itu ada di Butur, tapi setiap kita datang dia tidak pernah ada di rumahnya, hanya istrinya yang ada,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.
Di tempat terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH, melalui kepala penerangan hukum dan hubungan masyarakat (kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH, secara tegas mengatakan, pihaknya tidak akan pernah menyatakan P-21 berkas perkara Bobby, jika pemilik kayu belum ditemukan untuk dimasukan sebagai saksi atau tersangka.
Mengingat, untuk memperjelas kejahatan Bobby, pemilik kayu harus tertera dalam berkas materil Bobby. Sehingga, menurut Janes, itu dapat menemukan benang merah kejahatan Bobby.
“Kalau penyidik belum juga mendapatkan pemilik kayu, benang merah dari kejahatah Bobby tidak akan kelihatan secara jelas. Karena bagaimana kita mau menghukum orang kalau kejahatannya belum jelas. Itu juga sebagai kelangkapan syarat materil,” jelasnya.
Janes menuturkan, kejahatan Bobby secara materil tidak dapat diketahui tanpa adanya penjual atau pemilik kayu. Sehingga, sebut dia, alasan JPU tak kunjung menyatakan lengakap (P-19) berkas Bobby, karena dalam berkas masih belum jelas siapa pemilik kayu sebenarnya.
“Belum bisa dibuktikan dimana kejahatan yang dilakukan si pelaku (Bobby, red) sebelum adanya si pemilik atau si penjual kayu. Dan, kami sudah berikan petunjuk ke penyidik polda untuk dilakukan pemeriksaan kepada si pemilik kayu ini, karena pemilik kayu itu merupakan kunci utama,” katanya.
Masih kata Janes, JPU telah memberikan waktu selama 14 hari kepada penyidik polda untuk melengkapi berkas Bobby.
“Kami nyatakan lengkap kalau penjual maupun pemilik kayunya sudah diperiksa,” bebernya.
Diketahui kayu 2.700 batang berhasil ditangkap anggota Subdit IV Tipiter Polda Sultra. Kayu tersebut dimuat dengan kapal Cahaya Satriani GT 138 dan hendak dibawah ke Bima.
Penangkapan itu terjadi di Pesisir Pantai Pasir Putih Desa Damai Loborona Kecamatan Bone Gunu Kabupaten Butur. Setelah dilakukan penyelidikan kayu itu milik Herman Yanto dan polisi menetapkannya sebagai tersangka. (kas-p5/b/kas)

Click to comment
To Top