Suksesi

Kader PAN Tak Percaya Nur Alam Berani Mundur

KENDARI, BKK– Sejumlah kader PAN Sultra tak percaya Nur Alam akan berani meninggalkan partai yang sudah dibesarkannya itu. Nur Alam diyakini sangat menyadari bahwa keputusan mundur sama saja membawa PAN Sultra ke ambang kematian.

“Tak ada Nur Alam, PAN pasti mati. Tulis itu, kita akan ‘mati’. Kami tak percaya Pak Gub akan membiarkan kita semua ‘mati’,” kata Wakil Ketua DPW PAN Sultra, Sukarman dalam perbincangan dengan Berita Kota Kendari, Kamis (16/6).
Sukarman pun menuding wacana Nur Alam akan meninggalkan PAN hanya disetting lalu dibesar-besarkan oleh media massa di Sultra. Sebab faktanya, kata dia, hubungan Nur Alam dengan pengurus masih terus berjalan.
“Itu hanya kalian yang pelintir (pernyataan Nur Alam mundur). Anda perlu ketahui, setiap pengambilan kebijakan strategis, kita selalu konsultasi dengan beliau,” katanya.
Soal ketidakhadiran Nur Alam pada pelaksanaan Musyawarah Daerah PAN kabupaten atau kota di Baubau, itu dikarenakan kesibukan Nur Alam sebagai Gubernur Sultra. “Semalam tidak ada gubernur, nggak ada masalah. Dia menjadi gubernur. Pasti sangat sibuk. Tapi (perhatian) dia itu tetap di partai,” katanya.
Di mata kader, Nur Alam merupakan tokoh sentral dan pekerja keras. Hasil kerja kerasnya selama 15 tahun membuat PAN kini menguasai Sultra yang sebelumnya didominasi oleh Partai Golkar.
Karena itu menurutnya, Nur Alam tak mungkin begitu saja meninggalkan hasil kerjanya begitu saja. “Tidak mungkin keluar dari partai,” kuncinya.
Mantan anggota DPRD Sultra ini mengaku, PAN sudah seperti rumah besar yang dibangun oleh Nur Alam sendiri. Hanya saja, ada aturan partai yang membatasi kekuasaan seorang pemimpin.
“Kalau tidak masuk pengurus harian, wajar. Karena, memang di internal partai diatur. Dia sudah tiga periode menjadi ketua. Dia juga sudah di MPP (Majelis Pertimbangan Partai) kok, ketua lagi,” tandasnya. (pas/aha)

To Top