Nur Alam Isyaratkan Tinggalkan PAN – Berita Kota Kendari
Suksesi

Nur Alam Isyaratkan Tinggalkan PAN

Nur Alam

Nur Alam

KENDARI, BKK– Isu Nur Alam yang berniat hengkang dari Partai Amanat Nasional terus meluas. Gubernur Sultra ini diyakini akan benar-benar meninggalkan partai yang sudah dibesarkannya tersebut.

Terakhir, Nur Alam tidak terlihat hadir dalam pembukaan Musyawarah Daerah PAN yang tahun ini dipusatkan di Kota Baubau.
Ditemui usai peresmian Kantor Dinas Pertanian Provinsi Sultra, Rabu (15/6), Nur Alam mengaku tidak hadir di Musyawarah Daerah (Musda) PAN di Baubau karena tidak ingin mengurusi PAN Sultra lagi.
“Sempat disampaikan (tentang kegiatan Musda). Yang lebih penting teman-teman di PAN itu, karena hubungan emosional dan kekaderan saja,” katanya.
Nur Alam sudah merasa cukup dengan mengucapkan selamat kepada seluruh kader yang saat ini tengah mencari pimpinan partai di tingkat kabupaten/kota itu. Menurutnya, Musda kali ini sudah menjadi tanggung jawab kepengurusan PAN Sultra saat ini yang dipimpin Umar Samiun.
“Sudah menjadi tanggung jawab pengurus sekarang sesuai dengan keputusan DPP. Selama ini, komunikasi selalu ada, tapi tidak mengurusi partai,” jelasnya.
Soal isu bahwa dirinya akan pindah di Gerindra, Nur Alam hanya tersenyum. Dia kemudian menyatakan belum ingin memutuskan ke mana akan melabuhkan pilihan politiknya. Menurutnya, akan ada waktunya publik mengetahui, dirinya akan pindah ke partai mana.
“Kalau misalnya saya masih diperlukan konstituen dalam rangka memperjuangkan hak kelompok masyarakat, tidak menutup kemungkinan,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan apakah memang dia akan benar-benar akan tetap berpartai.
“Tapi, sekarang saya istrahat dulu,” tambahnya.
Yang jelas sejauh ini, belum ada satupun partai yang mendekati dirinya.
“Kalau dirayu, juga tidak. Tapi, sekarang, saya bebas ke mana menentukan pilihan tempat untuk berpartai,” katanya.
Lalu, bagaimana dengan Perindo? Nur Alam menegaskan tidak ingin masuk di partai yang sementara sedang “digarap” oleh putranya, Radan.
“Itu partainya dia (Radan, red),” tuturnya. (pas/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top