Kejati Telah Dapatkan Data Korupsi Ternak Sapi Konawe – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejati Telah Dapatkan Data Korupsi Ternak Sapi Konawe

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengklaim telah mendapatkan sejumlah data mengenai kasus dugaan korupsi pengadaan ternak sapi Kabupaten Konawe 2013.
“Kami telah menemukan data awal. Saat ini kami sedang meneliti data tersebut,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Janes Mamankey SH, Rabu (15/6).
Janes menjelaskan, tim yang yang dibentuk untuk melakukan penyelidikan kasus itu telah ke lapangan untuk mencari beberapa bukti. Di antaranya, bukti laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari tiap-tiap kelompok penerima ternak sapi.
“Dalam laporan yang kami terima, jumlah penerima ada 32 orang, sementara di lapangan yang kami temukan hanya ada 15 penerima saja. Makanya kami minta MoU (Momerandum of Understanding) dari Dinas Peternakan Konawe,” bebernya.
Menurut Janes, berdasarkan laporan yang ada, pengadaan ternak dianggap tak jelas peruntukannya dan mengarah pada penerima fiktif. Beberapa masyarakat yang seharusnya mesti mendapatkan sapi ternak, malah tidak diberikan.
“Malahan realisasi ternak sapi sebanyak 10 ekor yang terdiri sembilan ekor betina dan satu ekor jantan yang spesifikasinya berumur minimal 18 bulan, tidak diterima spenuhnya oleh kelompok yang berhak menerimanya,” tandasnya.
Masih kata Janes, hingga kini pihaknya belum berani menjelaskan secara detail mengenai rah kasus tersebut. Alasannya, kasus ini belum diketahui modus penyimpangannya.
“Yang pasti kami sudah tindak lanjuti kasus ini. Kalau memang ditemukan bukti-bukti pasti kami akan langsung lakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang ikut terlibat di dalamnya,” tegasnya.
Diketahui, anggara yang digelontorkan pada pengadaan ternak sapi itu adalah sebesar Rp 200 juta, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe 2013.
Kasus ini diduga adanya ketidaksesuaian anggaran tiap-tiap kelompok penerima ternak sapi yang diberikan oleh camat setempat. Bahkan diduga penyaluran ternak sapi tersebut fiktif. (p5/c/kas)

Click to comment
To Top