Jatah Listrik di Wowonii Hanya Enam Jam Sehari – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Jatah Listrik di Wowonii Hanya Enam Jam Sehari

LANGARA, BKK– Lengkap sudah derita masyarakat Wowonii, Konawe Kepulauan. Tak hanya disusahkan jalanan yang rusak, kini, di bulan puasa ini, mereka harus mengalami pemadaman listrik dalam rentan waktu yang semakin panjang.

Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Wowonii memang sudah mengalami pemadaman bergilir. Karena keterbatasan pembangkit, masyarakat Konkep hanya menikmati aliran listrik 12 jam. Namun kini kondisinya kian parah. Hanya 6 jam sehari.
Salah seorang warga Desa Rawa, Kecamatan Wawonii Tengah, Nurnia (40), mengisahkan betapa tersiksanya hidup dengan jatah listrik yang begitu terbatas. “Ini PLN menjengkelkan sekali. Mati terus setiap minggu begini. Akhirnya kita punya pekerjaan terhambat, apalagi bulan puasa begini,” keluhnya.
Masalahnya, hampir semua pekerjaan rumah tangga mengandalkan listrik, apalagi jika malam. “Sudah berapa kali pergantian kepala unit PLNnya, tapi sama saja tidak ada perubahan. Mati lampu terus,” kesalnya.
Mukmin, warga Desa Lampeapi Baru juga merasakan susah akibat pemadaman listrik. Sebagian aktivitasnya menjadi terhambat.
Dia pun berharap kepada pihak PLN Unit Langara untuk secepatnya melakukan mengatasi masalah tersebut. “Kalau memang mesinnya yang sering rusak, PLN kan semustinya terus mengontrol dan melakukan pemeliharaan. Kalau alasannya kehabisan solar, itu tidak mungkin, karena pemerintah sudah siapkan semua, tinggal pegawainya saja yang atur,” katanya.
Kepala Unit PLN Langara, Muhammad Suriadi yang dikonfirmasi melalui telepon selular mengakui pemadaman listrik terjadi akibat kerusakan mesin Komatsu berkapasitas 250 Kw. PLN pun tak punya pilihan lain selain melakukan pemadaman bergilir.
“Mesin rusak Pak. Sudah dua minggu alatnya dikirim di Makassar, tapi sampai saat ini belum ada kabarnya. Kalau alatnya itu sudah diperbaiki maka akan berjalan normal kembali seperti jadwal sebelumnya yakni 12 jam,” singkatnya. (k4/b/aha)

Click to comment
To Top