Satpol PP Diminta Tutup Kafe Remang-Remang di Pantai Kendari – Berita Kota Kendari
Beranda

Satpol PP Diminta Tutup Kafe Remang-Remang di Pantai Kendari

KENDARI, BKK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta pemerintah setempat untuk menutup kafe remang-remang yang ada di Pantai Kendari.

Pasalnya, meski bulan Ramadan aktivitas kafe remang-remang di sana tetap sama seperti hari-hari sebelumnya, yaitu menjajahkan minuman keras (miras) dan tubuh wanita kupu-kupu malam.
“Saya minta Satpol PP untuk tutup itu kafe remang, tidak usah tunggu lagi instruksi dari Dinas pendapatan Daerah (Dispenda) atau atasan lebih tinggi, sebab di sana pelanggaran yang dilakukan sudah keterlaluan,” tukas anggota DPRD Kota Kendari, Samsudin Rahim ditemui di ruangannya, Kamis (9/6).
Apalagi, lanjut dia, Wali Kota Kendari, Ir Asrun telah mengintruksikan untuk semua Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Kendari mesti tutup selama Ramadan. Merujuk dari kebijakan ini, mestinya wilayah Kota Kendari harus bebas dari percobaan prostitusi dan penjualan miras.
“THM yang memiliki gedung dan izin saja, tutup kalau bulan Ramadan, ini kafe remang yang hanya modal tenda kok dibiarkan buka. Ini tidak masuk akan dan mesti ditindak tegas,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Satpol PP Kota Kendari, Heryanto Sada, ditemui terpisah mengatakan, pihaknya sejauh ini belum mendapatkan laporan terkait tetap beroperasinya kafe remang di Pantai Kendari. Sehingga untuk mengikuti instruksi yang diberikan DPRD, ia terlebih dahulu akan memastikan kebenarannya.
“Saya akan perintahkan anggota saya untuk melakukan patroli di sana, kalau memang betul masih opersi maka kita akan tutup,” terangnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan wartawan media ini di atas pukul 00.00 Wita, para Pekerja Seks Komersial (PSK) terlihat meninggalkan tendanya dan menuju taman untuk menunggu pelanggan.
Salah satu PSK yang berhasil ditemui wartawan ini, Mawar (nama samaran) menjelaskan, dirinya terpaksa melakukan pekerjaan haram tersebut karena persoalan ekonomi, meski di bulan Ramadan.
“Saya tetap lakukan ini karena desakan ekonomi, dan saya akui penghasilan yang saya peroleh lebih sedikit dibandingkan selain bulan Ramadan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, cara memperoleh penghasilannya di bulan ramadhan dari pelanggan tetap dan juga pelanggan lain yang diantar supir taksi.
“Saya dapat pelanggan dibantu sama sopir taksi, tapi kalau kosong saya biasanya sama pelanggan tetap,” pungkasnya. (m2-p5/c/jie)

Click to comment
To Top