Pemakaman Secara Islam, Telah Dirancang Sendiri Muhammad Ali Saat Hidup – Berita Kota Kendari
Nasional

Pemakaman Secara Islam, Telah Dirancang Sendiri Muhammad Ali Saat Hidup

20160610105944-1-salat-jenazah-muhammad-ali-002-nfi

LOUISVILLE – Prosesi pemakaman jenazah sang legenda tinju kelas berat, Muhammad Ali, dimulai kemarin. Pihak keluarga mengungkapkan, semua acara yang disusun sesuai dengan kehendak almarhum.
Sebab, detail pemakaman itu sudah dirancang Ali sepuluh tahun lalu. Semuanya dijelaskan secara terperinci.  Saking banyaknya, dokumen berisi penjelasan itu ketika ditumpuk menjadi sangat tebal. Akhirnya, Ali, keluarga, dan orang terdekatnya menyebutnya sebagai The Book.
Proses diawali dengan salat jenazah. Keluarga, teman dekat, atau warga umum yang beragama Islam boleh mengikutinya. Acara salat jenazah akan dipimpin imam Zaid Shakir, salah seorang pendiri Zaytuna College di Berkeley, California.
Prosesi yang diperkirakan berlangsung selama setengah jam itu akan dilaksanakan di Freedom Hall, lokasi yang sangat berkesan bagi Ali karena di situlah Ali berhasil mengalahkan Willi Besmanoff pada 29 November 1961.
Petinju bernama asli Cassius Clay itu memang menginginkan pemakaman yang sejalan dengan keyakinannya sebagai seorang muslim. ”Pesan yang tampak dalam proses ini bukan keinginan kami, tapi beliau,” kata Timothy Gianotti, sahabat Ali yang membantu menyusun The Book.
”Cinta, kerendahan hati, dan kebersamaan dalam lintas keyakinan yang akan kita rasakan selama dua hari ini merupakan pesan terakhirnya kepada manusia,” lanjutnya.
Hari ini ada acara penghormatan terakhir bagi mereka yang beragama lain di KFC Yum! Center sekitar pukul 2 siang atau setelah salat Jumat.
Tokoh-tokoh besar seperti mantan Presiden AS Bill Clinton, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan komedian Billy Crystal dijadwalkan hadir. Aktor Will Smith dan mantan petinju kelas berat Lennox Lewis bakal menjadi pengusung jenazah.
Namun, paginya, sebelum ke KFC Yum! Center, jenazah Ali dibawa berkeliling tempat-tempat yang bersejarah baginya di Louisville. Misalnya, rumah masa kecilnya, Ali Center, Center for African American Heritage, dan Muhammad Ali Boulevard. Nanti Ali dimakamkan di Cave Hill, lokasi yang sama dengan kuburan Kolonel Sanders, pendiri KFC.
Sayang, ada saja pihak yang berusaha memanfaatkan momen untuk mengenang Ali itu. Pihak keluarga membagikan 15 ribu tiket gratis untuk upacara penghormatan di KFC Yum! Center. Tiket dibagikan Rabu lalu (8/6), tapi antrean di depan KFC Yum! Center mengular sejak Selasa malam (7/6). Pembagian tiket memang didasarkan pada siapa yang cepat dapat.
Hanya dalam waktu sejam, seluruh tiket habis. Istri Muhammad Ali, Lonnie Ali, sempat tertawa dan berkata kepada orang-orang di antrean bahwa suaminyalah yang merancang semua prosesi itu saat hidup dulu dan dia menikmati setiap detiknya.
Beberapa jam setelahnya, beberapa tiket gratis itu dijual secara online. Bob Gunnell, juru bicara pihak keluarga, mengecam hal tersebut dan menyebut itu tindakan tercela.
Dia memperingatkan bahwa otoritas yang berwenang telah mengamati promosi penjualan tiket itu secara online dan akan memproses pihak yang bersalah.
”Ini menyedihkan mengetahui beberapa orang mencoba mendapatkan keuntungan dari prosesi untuk merayakan perjalanan hidup Muhammad Ali,” ujar Gunnell.
Dia meminta orang yang berupaya membeli tiket yang dijual secara online tersebut berhenti dan mengurungkan niatnya. ”Muhammad Ali ingin ini menjadi acara yang gratis, acara yang terbuka untuk siapa saja,” tambahnya. (AFP/ESPN/reuters /c10/sha)

To Top