“Terselip” di Golkar, Rasak Sebut Berpeluang Menang – Berita Kota Kendari
Suksesi

“Terselip” di Golkar, Rasak Sebut Berpeluang Menang

abdul-rasak-cari

KENDARI, BKK- Bakal Calon (Balon) Wali Kota Kendari Abdul Rasak menganggap, “diselipkan” namanya di Partai Golkar untuk diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai petanda bahwa dirinya berpeluang memenangkan pertarungan.
Ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (8/6), Abdu Rasak mengungkapkan sanjungannya terhadap Golkar. Menurut dia, partai berlambang beringin itu merupakan partai besar dengan basis massa yang solid.
Meski belum diputuskan untuk mendapatkan pintu Golkar, Rasak menganggap dirinya patut diperhitungkan dan memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada Kota Kendari.
“Saya sangat berterimakasih, bila dimasukkan sebagai usungan Partai Golkar,” ungkapnya.
Menurut dia, selama ini terus menjalin komunikasi politik dengan Golkar. Sehingga, bila ditawarkan menggunakan pintu partai beringin, Rasak tidak akan menolaknya.
“Di PAN, kita sudah punya enam kursi. Kita masih membutuhkan partai koalisi lagi, minimal satu kursi. Kalau Golkar bergabung, baik buat kita,” katanya.
Rasak mengaku, tidak pernah terbayang bisa diusung Golkar. Sebab, sebelumnya dia tidak mengikuti beberapa tahapan yang disyaratkan Golkar, meskipun dirinya pernah mendaftar di partai tersebut.
“Saya hanya pernah mendaftar tapi tidak pernah mengikuti beberapa tahapan. Saya juga baru tahu,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Kendari ini menganggap, masuknya dirinya untuk diusung ke DPP Golkar, bisa saja karena pertimbangan elektabilitas. Menurutnya, dari beberapa calon yang ada, Rasak memiliki survei elektabilitas tertinggi.
“Mungkin Golkar mempertimbangkan elektabilitas saja,” ujarnya.
Masuknya Rasak di Golkar, secara otomatis menciptakan persaingan baru antara Muhammad Zayat Kaimoeddin dan Andi Musakkir Mustafa. Dua balon Wali Kota Kendari ini, merupakan “pelamar” setia di Golkar. Seluruh tahapan dan proses, mereka telah lalui.
Namun demikian, Rasak membantah kalau masuknya dirinya di Golkar tanpa proses adalah untuk merusak konstalasi perebutan pintu. Sebab, sejak awal dirinya tidak pernah tahu menahu namanya “terselip”.
“Saya tidak bermaksud untuk mengganggu. Tetapi, saya ingin tetap berkomunikasi dengan partai lain, termasuk dengan Golkar,” tuturnya.
Diberitakan, Rasak mendadak dimasukkan oleh DPD Golkar Kota Kendari untuk diusulkan ke DPP. Padahal, Rasak tidak pernah mengikuti proses di partai. (m2/c/pas)

Click to comment
To Top