Aktualita

Proses Validasi DPT PSU Muna Diwarnai Amukan Preman Bertopeng

Suasana proses validasi DPT PSU jilid dua yang dilakukan KPU Kabupaten Muna. (Fitri/BKK)

Suasana proses validasi DPT PSU jilid dua yang dilakukan KPU Kabupaten Muna. (Fitri/BKK)

RAHA, BKK – Proses validasi daftar pemilih tetap (DPT) pemungutan suara ulang (PSU) jilid dua oleh Komisi Pemilihan Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna, Rabu (8/6), diwarnai amukan preman bertopeng di salah satu rumah warga yang rencananya dimasukkan dalam DPT.

Dalam proses validasi ini, tak terlihat pihak keamanan yang mendampingi KPU. Yang ada, dari tim masing-masing pasangan calon (paslon), Bawaslu Provinsi Sultra, KPPS, PPK, Lurah Raha 1 dan Lurah Wamponiki, Camat Katobu dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil) Kabupaten Muna.

Tak adanya aparat keamanan, membuat kawanan preman leluasa mengintimidasi warga pemilih. Salah satunya, pemilik Rumah Makan Roxi di Kelurahan Wamponiki.

“Kita kaget, saat validasi DPT, tiba-tiba ada orang yang pakai tutup muka, topi, mirip topeng, datang mengamuk di sini. Orang itu, mau foto saya. Mereka minta KTP, kartu keluarga, surat pindah domisili, semua kita kasih. Eh, malah mereka itu mengeluarkan kata-kata akan mengancam . Setelah itu, kursi restoran kami ditendang, pintu rumah makan kami juga ditendang, banyak saksi yang lihat kejadian ini,” terang pemilik RM Roxi Hendrik Lie.

Tidak adanya aparat keamanan saat validasi, dibenarkan oleh beberapa warga yang melihat kejadian tersebut.

” Kita lihat tadi, ada orang tidak dikenal, ikut mengawasi validasi DPT. Orang itu pakai masker muka, topi levis, datang mengamuk di RM Roxi,” terang sejumlah saksi mata di TKP.

Secara terpisah, anggota KPU Muna Sulemen Loga membenarkan kejadian di RM Roxi.

“Kita juga kaget, tiba-tiba ada insiden di RM Roxi. Memang, saat validasi, kita belum didampingi pihak kepolisian dan TNI. Tapi waktu itu, semua pihak sepakat akan melakukan validasi walaupun belum didampingi pihak keamanan,” ujarnya.

Dari verifikasi yang telah dilakukan, Hendrik Lie dan Nathalia Moniaga memiliki identitas kependudukan sah di Muna.

“Mereka memiliki KTP Muna, kartu keluarga Muna, surat keterangan pindah domisli ada, lengkap indentitas kependudukan mereka di Muna. Jadi, semua sudah klir, apalagi Hendrik Lie cs terdaftar dalam DTP. Jadi, KPU nanti akan mengambil sikap terkait hal ini, tidak boleh dong menghilangkan hak pilih seorang warga negara. KPU itukan bertugas memfasilitasi wajib pilih untuk memilih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muna Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudith S Hananta SIK membenarkan jika anak buahnya tidak ada mendampingi KPU dalam proses validasi.

“Surat dari KPU Muna baru tiba siang ini. Setelah ada surat dari KPU Muna, baru kita kirim pihak keamanan untuk mendampingi validasi,” katanya melalui telepon selulernya.

17 Warga Masuk Dalam Amar Putusan MK, Berhak Memilih

Nasib 17 warga Kota Raha yang sebelumnya diputuskan MK tidak berhak memilih semakin terang. Enam warga di Kelurahan Wamponiki dan 11 warga di Keluarahan Raha I posisinya sudah bisa dikatakan jelas untuk mencoblos PSU 19 Juni nanti.

Salah satunya, Hendrik Lie cs. Anggota KPU Muna Andi Arwin mengaku, hak pilih 17 warga ini sudah dimuat dalam surat edaran (SE) KPU RI Nomor 300/KPU/ X/ 2016, tertanggal 3 April 2016.

“Dalam surat itu memang tidak memuat secara jelas nama itu. Tapi, secara tersirat memang demikian. Yang jelas, sepanjang warga itu masuk dalam DPT, DPTb 1 dan DPTb 2 dan DPPh dan memliki identitas lengkap saat divalidasi, hak mereka sebagai pemilih, tidak boleh dihilangkan,” katanya.

Untuk membuktikan pernyataannya, Andi Arwin memperlihatkan surat KPU RI tersebut yang memuat sejumlah poin pelaksanaan PSU jilid II di TPS 4 Wamponiki dan TPS 4 Kelurahan Raha 1.

Salah satu poin menyebutkan, validasi data pemilih dalam PSU di Kabupaten Muna dilakukan dengan mencermati kembali pemilih yang terdapat dalam PDT, DPTb1, DPTb 2, DPPh dipastikan bahwa pemilih yang terdapat dalam DPT tersebut, masih memiliki hak untuk menggunakan suranya. (cr1/c/pas)

To Top