Kejati Sebut Istri Mantan Bupati Bombana Turut Terlibat – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejati Sebut Istri Mantan Bupati Bombana Turut Terlibat

KENDARI, BKK – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bombana pada 2007 sampai 2009.
Ketiganya adalah mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Bombana Zainul, mantan Bendahara Dinas Perikanan Bombana Isman Sahrir dan mantan Bendahara Sekretariat Pemkab Bombana Asmin Makmur.
Selain tiga nama itu, penyidik kejaksaan kembali menemukan fakta-fakta baru yang menguak sedikitnya 125 orang yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41 miliar tersebut.
Di antaranya, Andi Radjia yang tidak lain istri mantan Bupati Bombana Atikurahman dan seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana yang belum disebutkan identitasnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH mengatakan, hasil pengumpulan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi-saksi, penyidik menemukan arsip kuitansi hasil peminjaman yang dilakukan Andi Radjia dan manta anggota DPRD Bombana.
Dalam kuitansi tersebut, jelas Janes, mantan anggota DPRD Bombana itu meminjam Rp 50 juta, namun telah dikembalikan. Sementara Andi Radjia belum disebutkan jumlah uang yang dipinjam.
Dikatakan, kini pihaknya terus melakukan pengembangan dengan memeriksa saksi-saksi dan kuitansi peminjaman yang ditemukan. Itu dilakukan guna menguak keterlibatan oknum lain.
“Memang sudah tiga orang yang kita tetapkan sebagai tersangka, tapi kami terus lakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait pengembangan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itu kami temukan 125 orang yang lakukan pinjaman salah satunya itu Andi Rajia Atikurahman,” bebernya.
Janes mengungkapkan, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra negara mengalamai kerugian Rp 41 miliar.  Dan, total uang pengembalian yang telah diterima pihak kejati baru Rp 165 juta.
Lebih lanjut dia menyebut. ketiga tersangka dijerat Pasal 3 jo Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman pidana lima tahun penjara. (p5/c/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top