Beranda

ISAGI Sultra Imbau Warga Waspada Pangan Kedaluwarsa

KENDARI, BKK – Selama Ramadan dan jelang Idulfitri, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau warga untuk waspada pangan kedaluwarsa.

Formatur ISAGI Sultra Adhyanti mengatakan, keamanan pangan adalah kondisi terbebasnya pangan dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Pasal 68 ayat (1), pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Apabila pangan tersebut merupakan produk industri, maka hak konsumen juga dilindungi dengan adanya UU No 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

“Konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa,” ungkapnya kepada Berita Kota Kendari, Rabu (8/6).

Adhyanti menyebut, dugaan beredarnya pangan kedaluwarsa di pasaran terbukti adanya kasus keracunan makanan yang menimpa satu keluarga di Desa Katobu, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara, Minggu (5/6) malam.

“Dinas Kesehatan harus segera melakukan uji terhadap sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar penyebab pasti keracunan dapat diketahui secara jelas,” ungkapnya.

Menurut dia, semua pihak terkait harus segera menyikapi hal ini secara serius. Sebab, kata dia, jangan sampai masalah seperti ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Mubar, namun melainkan di Sultra secara umum.

“Karena sumber dugaan keracunan berasal dari pasar, maka Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus bergerak cepat melakukan sweeping dan razia terhadap bahan pangan berbahaya yang beredar di pasaran,” tekannya.

Pria yang akrab disapa Adhy ini mengaku, razia bahan makanan perlu dilakukan, mengingat di Bulan Ramadan dan jelang Idulfitri ini, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan bahan pangan cukup tinggi.

“Permintaan tinggi ini kadang menjadi celah bagi para pedagang dan dimanfaatkan untuk tetap menjual barang meskipun telah kedaluwarsa. Jika ditemukan barang kedaluawarsa, maka pemerintah tidak boleh segan untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap para pedagang nakal tersebut,” tegasnya.

Selain pemerintah, Adhy ikut menyerukan agar masyarakat sebagai pengguna barang diharapkan lebih teliti dan berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi bumbu atau pun makanan kemasan.

“Upayakan agar selalu membaca kemasannya terlebih dahulu, pastikan tanggal kadaluarsa belum lewat serta jika perlu kandungan zat gizi-nya pula diperhatikan. Menjadi Konsumen pun harus cerdas agar tidak membahayakan diri sendiri,” serunya. (pas/jie)

To Top