Disanjung Ridwan, Andi Musakkkir Senang – Berita Kota Kendari
Suksesi

Disanjung Ridwan, Andi Musakkkir Senang

IMG20160518135653-1000x750

KENDARI, BKK – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Kendari Andi Musakkir Mustafa mengaku senang, saat mengetahui memiliki peluang besar mendapatkan pintu Golkar.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Bae mengaku, hampir semua kader lebih cenderung ke Musakkir dari pada Muhammad Zayat Kaimoeddin atau Derik untuk diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kendari 2017.

“Malam ini, kita sudah tetapkan calon untuk tujuh daerah yang pilkada. Untuk Kota Kendari, teman-teman semua, cenderung, terkesan, mayoritas ke Musakkir,” terang Ridwan beberapa waktu lalu.

Sanjungan ini, kata Musakkir, mengisyaratkan bahwa sudah ada dukungan dari petinggi partai sekelas Ridwan Bae.

“Alhamdulillah saya bersyukur menjadi pertimbangan. Sesuai dengan dibicarakan pak Ridwan, mudah-mudahan Golkar sama kita,” terang Musakkir kepada Berita Kota Kendari, Rabu (8/6).

Menurut Ridwan, Musakkir dinilai memiliki pengalaman memimpin daerah. Dia, pernah menjabat sebagai mantan Wakil Wali Kota Kendari. Selain itu, Musakkir tidak memiliki riwayat kasus yang membuatnya masuk jeruji besi.

“Musakkir, karena pengalamannya dan tidak pernah tercela. Dia pernah tercela persoalan ketersangkaan dan tidak pernah terpenjara,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Musakkir tidak ingin berbicara banyak. Sebab, kata dia, penilaian obyektif seseorang tidak bisa diinternfensi. Ia juga menganggap, wali kota selanjutnya itu adalah harusnya orang yang sudah berpengalaman memimpin daerah.

“Secara obyektif memang, pemimpin harus punya pengalaman,” katanya.

Selain Golkar, Musakkir telah mendaftar di beberapa partai lainnya. Di antaranya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Demokrat dan Nasional Demokrat (NasDem).

“Kita tunggu saja seperti hasilnya,” tuturnya.

Khusus Golkar, dalam mengusung calon di Pilkada 2017, mempertimbangkan rekam jejak seseorang. Golkar tidak ingin mengusung calon yang tercela. Khususnya, pernah masuk penjara akibat korupsi dan terlibat narkoba. (pas)

Click to comment
To Top