Dana Desa Cair, Kades Pohu “Mengolah” Sendiri – Berita Kota Kendari
Aktualita

Dana Desa Cair, Kades Pohu “Mengolah” Sendiri

LASUSUA, BKK – Turunnya dana desa yang begitu besar, Kepala Desa Pohu Kecamatan Rante Angin Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Ansar SE mengambil alih proses keuangan. Selain menjabat sebagai kades, Ansar ikut menjadi bendahara di desanya.

Langkah Ansar ini, menuai sorotan dari kalangan masyarakat setempat. Oleh warga, dugaan penguasaan dana desa sepenuhnya oleh kades, terlihat saat bendahara dana desa setempat mencairkan 60 persen uang pada 2016 sebesar Rp 306.085.000.

“Setelah cair, dana desa itu semua uang dipegang oleh kepala desa pak, setelah proses pekerjaan fisik kita minta pendanaan ke bendahara tapi katanya semua uangnya sudah diserahkan ke kepala desa,” ujar Ketua Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) yang menolak identitasnya disebutkan.

Ia melanjutkan, di Desa Pohu program pengerjaan fisik selesai Maret lalu. Namun, kades enggan membayarkan harga seluruhnya yang tertuang di item pekerjaan. Bahkan, biaya pembersihan  sebesar Rp 2 juta sebelum penimbunan yang dilakukan masyarakat tidak dianggapnya ada padahal jelas ada dananya.

“Kasian masyarakat pak, dua hari membersihkan dengan perjanjian Rp 2 juta tapi kepala desa tidak mau bayar, dimana dikerjakan 10 orang selama dua hari malah tidak diakui,” ungkapnya.

Selain itu, anggaran TPK 5 persen dari jumlah anggaran sebesar Rp 15 juta lebih tidak mau dibayarkan kepala desa. Warga pernah datang menagi, tapi sang kades bersikap arogan dan mengatakan proyeknya rugi dan dananya telah habis.

“Katanya, bersabar saja karena dananya dipakai untuk membuat prasasti, bayar gambar, bayar dokumentasi dan papan proyek. Yang membuat saya heran, semua item ada pos anggarannya, tapi kenapa dana TPK yang dipotong, untuk membiayai item program tersebut tidak ada,” ujarnya.

Beberapa pengerjaan fisik di Desa Pohu di antaranya, pembuatan plat deker satu Rp 82 juta. Plat deker dua sebesar Rp 23 juta, talud kurang lebih sebesar Rp 18 juta, pengerasan jalan sekitar Rp 80 juta, penimbunan Rp 61 juta dan deker baru kurang lebih Rp 62 juta. (k2/c/pas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top