84 Sekolah Bermasalah Akreditasinya, Ribuan Siswa Bombana Terancam Tak Sah Ijazahnya – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

84 Sekolah Bermasalah Akreditasinya, Ribuan Siswa Bombana Terancam Tak Sah Ijazahnya

RUMBIA, BKK– Ribuan pelajar di Bombana terancam tak memiliki ijazah yang sah lantaran sekolahnya masih bermasalah akreditasinya. Diperkirakan lebih 80 sekolah di Bombana yang bermasalah akreditasinya.

Sekolah-sekolah yang bermasalah akreditasnya berada di semua jenjang, mulai SD, SMP, SMA dan SMK. Sekolah dasar paling banyak yang bersoal akreditasinya.

Data yang dihimpun Berita Kota Kendari menunjukkan total 84 sekolah yang akreditasinya belum selesai. Yakni  63 SD, 11 SMP, 3 SMA, serta 7 SMK. Dengan demikian, para kepala sekolah tidak bisa menandatangani ijazah sekolah siswanya.

Sekretaris Kabupaten Bombana, H Burhanuddin A HS Noy  yang dikonfirmasi tidak membantah data tersebut. “Benar memang, ada sekitar 84 sekolah di daerah ini yang sistem akreditasinya masih bermasalah. Saya tidak tahu persis apakah masih ada sekolah yang sama sekali belum terakreditasi, atau sudah, namun akreditasinya sudah mati,”  ujar Burhanuddin di ruang kerjanya, Rabu (8/6).

Dia menambahkan, data tersebut merupakan hasil evaluasi dan monitoring Badan Akreditasi Pendidikan Sekolah/Madrasah Sultra tahun ini. Dia berharap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat  segera mengambil langkah konkret, guna mengatasi masalah tersebut.

“Masalah ini sedianya harus diketahui pihak Dispora di sini. Tapi hingga kini belum ada laporan dari pihak mereka. Jika masalah ini tidak diketahui oleh pihak Dispora sendiri, itu sudah menandakan rendahnya kinerja Dispora Bombana dalam menata pendidikan di daerah ini,” ungkapnya.

Burhanuddin menambahkan, Pemkab siap membantu ke-84 sekolah itu untuk mengurus akreditasinya di Badan Akreditasi Pendidikan Sekolah/Madrasah. Bahkan jika itu harus mengeluarkan biaya.
“Ini harus menjadi perhatian Pemda, utamanya instansi terkait. Soal dana Pemda sangat siap. Kita tidak inginkan siswa dan siswi mengalami masalah dalam proses penandatanganan ijazahnya cuma karena persoalan akreditasi,” ujar, mantan Kadis Perhubungan Sultra ini, (cr2/c/aha).

To Top