Beranda

Tarik Mobil Warga di Bengkel, PT SMS Finance Dituding Pencuri

Puluhan warga yang tergabung dalam KRPK mendatangi kantor PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance yang terdapat di Jalan Saranani Kelurahan Korumba Kota Kendari, Selasa (7/6). Leasing ini dituding mencuri karena menarik mobil nasabahnya secara diam-diam.

Puluhan warga yang tergabung dalam KRPK mendatangi kantor PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance yang terdapat di Jalan Saranani Kelurahan Korumba Kota Kendari, Selasa (7/6). Leasing ini dituding mencuri karena menarik mobil nasabahnya secara diam-diam.

KENDARI, BKK – Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Pemerhati Keadilan (KRPK) mendatangi PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance yang terdapat di Jalan Saranani Kelurahan Korumba Kota Kendari, Selasa (7/6), karena dituduh telah mencuri mobil salah satu warga bernama Wahid.

Armin yang juga kerabat Wahid mengaku, mereka terpaksa mendemo kantor perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bermotor ini karena secara diam-diam mengambil mobil milik Wahid pada saat sedang diperbaiki di salah satu bengekl di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Mobil milik Wahid itu merupakan truk roda enam merek Toyota Hino Lohang. Ternyata, pihak perusahaan menganggap bahwa mobil itu masih bermasalah soal angsuran. Tudingan perusahaan ini, dibantah oleh kerabat Wahid. Sebab, mobil yang dibelinya dari PT Multi itu tidak bermasalah.

“Seluruh administrasinya lengkap. BPKP dan STNK-nya ada pada pak Wahid. Tetapi, perusahaan ini mengambilnya secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik mobil. Ini namanya pencurian,” terang Armin.

Setelah menderek mobil ke kantor perusahaan, diam-diam PT SMS Finance melelang mobil tersebut. Wahid, baru mengetahui kalau mobilnya yang hilang saat kendaraan yang dibelinya sekitar Rp 230 juta itu saat dilelang.

“Pak Wahid tidak tahunya mobil itu sudah ada di kantor perusahaan ini. Bahkan, nomor mesin mobil sudah dipreteli dan diganti dengan yang baru. Ini, sama saja dengan pencurian karena tanpa sepengetahuan pemiliknya,” katanya.

Sementara itu, Wahid yang juga ditemui dilokasi demonstrasi mengaku, dugaan pencurian mobilnya terjadi sekitar Desember 2015 lalu. Saat itu, ia menyimpan mobilnya di bengkel. Setelah kembalinya di bengkel, ternyata mobilnya sudah hilang.

“Katanya dari pemilik bengkel, diambil pembiayaan. Saya cari tahu lah mereka ini,” jelasnya.

Wahid mengaku, sudah mengajukan protes bahwa mobil yang diderek kemarin itu tidak bermasalah. Sebab, yang PT SMS Finance cari adalah mobil Toyota Hino yang memiliki 10 roda, bukan mobil miliknya.

“Mereka telah melakukan kesalahan besar. Mereka ini salah ambil mobil. Sekarang, dimana bermasalahnya, kita sudah lengkap surat-suratnya. Mereka telah salah tarik kendaraan,” ungkapnya.

Alih-alih protesnya direspons, PT SMS malah terus mengumbar janji. Tidak puas dengan sikap perusahaan ini, Wahid menggalang massa dan sempat berdemonstasi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari beberapa waktu lalu.

“Kita sudah demo di DPRD, kesimpulannya izin mereka ini tidak diperpanjang. Perusahaan ini juga sempat dipanggil tapi tak pernah hadir. Makanya, kami datang di sini untuk menyegelnya,” tuturnya.

Selain mengadu ke dewan, Wahid sudah pernah melaporkan kasus ini di Kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Sayangnya, korps Bhayangkara ini tidak meresponnya.

“Mereka malah usir kita di Polda,” jelasnya.

Di pihak PT SMS Finance, hingga saat ini belum ada yang memberikan pernyataan. Kantor perusahaan ini tampak terbuka setelah dibagian depannya disegel oleh pendemo. (pas/jie)

To Top