Kendalikan Harga, Pemkot Ikut Jual Gula Pasir di Sepuluh Kecamatan – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Kendalikan Harga, Pemkot Ikut Jual Gula Pasir di Sepuluh Kecamatan

Syam Alam

Syam Alam

KENDARI, BKK– Untuk menetralisir lonjakan harga kebutuhan puasa di pasaran, Pemerintah Kota melalui Dinas Perindusrian dan Perdagangan Kota Kendari akan menggelar pasar murah pada seluruh sepuluh kecamatan di Kota Kendari. Pasar murah akan dimulai pada pekan kedua Ramadhan.

Sekretaris Kota yang juga Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kendari, Alamsyah Lotunani mengatakan, pemerintah mengutamakan masyarakat tak mampu untuk mendapatkan barang kebutuhan puasa di pasar murah ini. “Kita sudah mendata warga kurang mampu pada sepuluh kecamatan. Mereka nantinya akan diberikan kupon,” kata Alamsyah di ruang kerjanya, Selasa (7/6).
Selain tepat sasaran, sistim belanja dengan kupon tersebut bertujuan untuk menghindari adanya aksi borong dari oknum yang ingin mencari keuntungan
. Untuk mencegah pemalsuan kupon, pihaknya akan memberlakukan stempel basah. Pemkot telah menyiapkan sebanyak 4000 kupon yang siap disebarkan di seluruh kecamatan.    Meski begitu, pemkot juga tetap membuka kesempatan bagi warga lainnya untuk mengakses pasar murah. Dalam artian, mereka juga bisa berbelanja tanpa kupon.
Pasar murah Pemkot akan dibuka oleh Wali Kota Kendari, Asrun di Kantor Camat Puwatu, pada Senin, 13 Juni nanti. “Pasar murah semua digelar di kantor kecamatan setempat,” kata Sekkot.
Kemudian berturut-turut, Kantor Camat Mandonga (Selasa 14 Juni), Kantor Camat Kadia (Rabu 15 Juni) Kantor Camat Wua-wua (Kamis 16 Juni) dan Kantor Camat Kambu (Jumat 17 Juni).
Pasar murah masih tetap berlanjut pada pekan berikutnya di Kantor Kecamatan Kambu (Senin 20 Juni), Kantor Camat Poasia (Selasa 21 Juni), Kantor Camat Abeli (Rabu 22 Juni), Kantor Camat Kendari dan Kendari Barat (Kamis 23 Juni) dan terakhir di Kantor Kecamatan Baruga (Jumat 24 Juni).
Di tempat yang sama, Kepala Disperindag, Syam Alam mengatakan, pasar murah tersebut melibatkan banyak pihak sebagai penyuplai stok kebutuhan puasa maupun lebaran. Diantaranya Bulog (Badan Urusan Logistik) yang menyiapkan minyak goreng, bawang merah dan beras, PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) yang menyiapkan gula pasir dan sejumlah distributor makanan dan minuman. Pihaknya juga melibatkan pertamina yang akan menyiapkan stok gas.
“Sekadar contoh, gula pasir hanya dijual Rp 12.500 per kg. Di pasaran sekarang sudah sampai Rp 16.000 per kg,” kata Syam Alam.
Terkait melonjaknya harga di pasaran, Disperindag tetap melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi barang, selain menyiapkan opsi operasi pasar dan pasar murah. Dia berharap jika seluruh langkah itu berjalan dengan efektif, maka harga dipasaran akan bisa ditekan sampai batas yang wajar. (p6/b/aha)

To Top