BI Tambah Uang Tunai Rp 1,3 Triliun – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

BI Tambah Uang Tunai Rp 1,3 Triliun

Dian Nugraha

Dian Nugraha

KENDARI, BKK – Menghadapi tingginya kebutuhan uang pada Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara telah menambah persediaan uang tunai hingga Rp 1,3 triliun.

Kepala BI Sultra, Dian Nugraha mengakui selama Ramadhan dan lebaran nanti akan terjadi peningkatan transaksi yang berakibat meningkatnya kebutuhan uang tunai. Apalagi bulan ini akan ada pembayaran gaji ke-13.
BI juga sudah menyiapkan uang pecahan kecil untuk mengantisipasi permintaan jelang Idul Fitri. Selama Ramadan ini, lanjutnya, BI bersama perbankan akan meluncurkan layanan penukaran uang di beberapa lokasi. Diantaranya di Bank Panin (Selasa 14 Juni), di Pasar Sentral Kota Lama (Kamis 16 Juni), Mall Mandonga (Selasa 21 Juni), Lapangan Eks MTQ (Kamis 23 Juni), Mall Lippo Plaza (Selasa 28 Juni) dan terakhir di Kompleks BI (Kamis 30 Juni).
Selain itu, penukaran uang dalam pecahan kecil juga bisa dilakukan di beberapa bank. Diantaranya Bank Indonesia, Bank Panin, BTN, BNI, BRI, Maybank, Niaga, Mandiri, BCA, Muamalat, Bank Sultra dan Bank Danamon.
Selain melayani penukaran uang, BI juga akan menggelar bazar kuliner yang diselenggarakan di depan KPW BI Provinsi Sultra. Bazar yang berlangsung selama 25 hari ini mengikutsertakan sekitar 30 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).
Melalui kegiatan ini diharapkanpara pelaku UMKM akan terbantu dalam pengembangan usahanya, khususnya dalam pemasaran produk.
Sementara itu, secara nasional peredaran uang kartal selama Ramadan dan Lebaran diyakini akan menyentuh angka Rp 160 triliun. Artinya, peredaran uang kartal tersebut meningkat hingga 14,5 persen.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi menyebutkan, selama sembilan tahun terakhir, jumlah uang kartal yang beredar meningkat 14,7 persen. Uang kartal yang beredar saat Ramadan dan Lebaran tahun lalu hanya berkisar Rp 140 triliun.
“Inflow (uang yang masuk ke sistem perbankan, Red) mencapai Rp 29,9 triliun. Naik 14,1 persen daripada tahun lalu yang hanya Rp 26,2 triliun,” ujarnya di Jakarta.
Ada sejumlah faktor yang memicu peningkatan kebutuhan uang kartal. Di antaranya, pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 bagi PNS, tunjangan hari raya bagi swasta, jumlah hari libur yang lebih banyak karena bertepatan dengan liburan sekolah, dan penambahan titik penukaran uang oleh BI.
Uang kartal yang beredar didominasi pecahan besar, yaitu Rp 20 ribu ke atas. Sekitar 28 persen uang kartal beredar di Jabodetabek. Sedangkan 33 persen beredar di Pulau Jawa. Sumatera menyumbang 20 persen, sedangkan sebelas persen disumbangkan Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
(P6/b/aha)

Click to comment
To Top