Suksesi

Mayoritas Calon Lain Sudah Punya Pasangan, Yaudu Masih Sendiri

Yaudu Salam Ajo

Yaudu Salam Ajo

KENDARI, BKK – Mayoritas bakal calon (balon) bupati yang akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buton Selatan (Busel) sudah memiliki pasangan masing-masing.

Misalnya, pasangan Muhammad Sattar-Muhammad Yasin Welson Lajaha, Muhammad Faisal Laimu-Wa Ode Hasniawati, Agus Feisal Hidayat-H Arusani, Adi Yos-Prof La Maronta dan pasangan Taslim-La Ode Rusiamin.

Keenam paslon ini, sudah memasang alat peraganya dan berkampanye secara bersama di masyarakat.

Lantas bagaimana dengan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yaudu Salam Ajo? Mantan calon Wakil Bupati Buton lima tahun lalu ini sampai sekarang masih tetap sendiri. Ia belum mendapatkan pasangan untuk maju.

Menurut Yaudu, salah satu alasannya belum mendapatkan wakil adalah menunggu instruksi dari DPW PKS Sultra apakah mengusung dirinya atau orang lain. Selain itu, penunjukan wakil harus melalui penilaian dari beberapa indikator.

“Sampai saat ini saya belum punya pasangan. Calon lain kebanyakan sudah lengkap,” kata Yaudu saat bincang-bincang di DPRD Sultra, Senin (6/6).

Ketua Komisi IV DPRD Sultra ini mengaku, maju pilkada tergantung keputusan partai. Jika partai mengamanahkan kepada dirinya, Yaudu tidak akan menolak. Meski begitu, ia memastikan, partai tidak akan ceroboh mengusung calon.

Ia menyebut, PKS akan mengeluarkan keputusan mengusung calon sekitar Juli.

“Kalau misalnya partai mempertahankan saya, maka saya akan maju,” katanya.

Berbeda dengan calon lain, menuju Pilkada Busel, Yaudu hanya mendaftar di partainya sendiri. Padahal, banyak partai yang memiliki kursi di DPRD Busel. Namun, hal ini dibantah oleh Yaudu bahwa dirinya tidak serius.

“Kalau soal keseriusan, saya sudah kumpulkan informasi dan saya masuk dalam survei beberapa partai. Masyarakat di sana memang menginginkan saya juga untuk maju,” ujarnya.

Namun demikian, kata dia, PKS selalu mempertimbangkan potensi kemenangan pada saat mengusung calon.

“Akan dilihat seperti apa peta politik dan potensi kader yang dimiliki. Kalau mecing (cocok, red), akan didorong,” tuturnya. (pas)

To Top