Elit Muna Harus Buat Komitmen Suasana Damai – Berita Kota Kendari
Aktualita

Elit Muna Harus Buat Komitmen Suasana Damai

Dexsi Ramadhan Djafar Shiddiq Tokulo

Dexsi Ramadhan Djafar Shiddiq Tokulo

Tokoh Muna Perantauan Desak Polisi Fasilitasi dan Tegakan Hukum

KENDARI, BKK – Salah seorang tokoh masyarakat Muna di Jakarta, Dexsi Ramadhan Djafar Shiddiq Tokulo meminta institusi kepolisian agar proaktif memfasilitasi adanya forum kesepakatan atau komitmen untuk menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif, menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) tahap II.
“Kepolisian bersama seluruh Muspida harusnya proaktif menciptakan suasana aman, tertib, damai, dan kondusif. Jangan malah terkesan melakukan pembiaran terjadinya aksi kekerasan dan suasana kekacauan. Polisi harus memfasilitasi terjadinya kesepakatan para elit untuk suasana damai,” kata Dexsi kepada jurnalis Harian Berita Kota Kendari ditemui di Jakarta, Kamis (2/6).
Pernyataan Dexsi ini terkait suasana Kabupaten Muna yang hingga saat ini tidak kondusif menjelang pelaksanaan  pemungutan suara ulang (PSU) tahap II. Terjadi sejumlah aksi teror dan kekerasan, bahkan sejumlah peristiwan kebakaran dalam Kota Raha diduga dilakukan dari kelompok tertentu sebagai bentuk teror.
Dexsi mengajak tokoh masyarakat khususnya para elit politik dari dua kelompok yang berseteru dalam PSU, agar berusaha menciptakan suasana yang tenang dan damai. Bukan sebaliknya, katanya, justru ikut melontarkan pernyataan-pernyataan provokasi yang bisa memancing para pendukung atau relawan berbuat anarkis.
“Para elit Muna dari kedua kelompok harusnya lebih dewasa, bukan justru menjadi ikut berkontribusi terciptanya suasana yang tidak kondusif. Marilah kita jaga ucapan kita baik secara langsung maupun di media sosial. Muna ini kan tidak ada orang lain, semua bersaudara,” kata Dexsi.
Dexsi juga meminta kepolisian agar melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap munculnya berbagai aksi teror dan kekerasan yang terjadi di Kota Raha. Karena jika polisi tidak bertindak tegas justru menjadi preseden buruk bagi masyarakat, yakni munculnya penilaian buruk masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Jika polisi tidak bertindak tegas maka akan semakin membuka peluang terjadinya teror dan kekerasan, karena para pelaku merasa dibiarkan bahkan direstui,” katanya.
Menurut Dexsi, harusnya masyarakat Muna berpikir jangka panjang dan dewasa, karena sejatinya yang bertarung dalam event politik pilkada di Muna tak ada orang lain. “Siapapun nanti yang menang, itu adalah Bupati Muna pilihan masyarakat, dan yang kalah harus menghargai dan menghormati pilihan masyarakat itu,” katanya.
Dikatakan tokoh yang menjadi konsultan bagai sejumlah tokoh ini, suasana akhir-akhir ini justru sangat merugikan masyarakat Muna, karena pembangunan menjadi stagnan. “Daerah lain terus bergerak pembangunannya, sementara di Muna hanya stagnan, padahal daerah ini sudah tertinggal jauh dari daerah lain,” ujarnya. (lex)

To Top