Lingkar Sultra

Dapodik Amburadul, Gurdacil Tak Terima Tunjangan

RAHA, BKK – Hanya gara-gara data pokok pendidikan (dapodik) yang tidak akurat, sekitar 300 guru daerah terpencil (gurdacil) Kabupaten Muna tidak menerima tunjangan daerah terpencil tahun 2016 ini. Padahal tahun tahun sebelumnya mereka semua menerima tunjangan tersebut. Saking amburadulnya dapodik di Diknas Kabupaten Muna, ada sejumlah PNS yang menerima gaji dan tunjangan dacil secara double.

“Aneh, ada PNS yang belum cukup dua tahun menjadi PNS, jabatannya jadi TU di SMP 1 Wakorumba Selatan, golongan II, namanya La Ode Abu Huslan. Dia ini baru saja diangkat jadi PNS sebagai staf di bagian TU di SMP 1 Wakorsel, tapi dapat tunjangan dacil. Sementara ada guru tetap di situ yang sudah lama menjadi PNS, tidak pernah terima tunjangan dacil,” terang anggota DPRD Muna, Awal Jaya Bolombo, Senin (6/6) pada koran ini.

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan, DPRD Muna khususnya Komisi III, akan memanggil operator dacil di sekolah-sekolah dan operator dacil, di Diknas Muna.

“Masalah dacil di Muna ini memang aneh. Masak ada yang terima ada yang tidak. Alasan Diknas Muna mereka tidak lagi usulkan dacil ke Kemendiknas. Tapi tahun 2016 ini lebih 300 guru di Muna, masih menerima dacil. Makanya kita akan panggil operator dacil di seteiap sekolah dan operator dacil di Diknas Muna, untuk meluruskan hal ini,” kata Awal Jaya Bolombo.

Sementara, anggota DPRD Muna lainnya La Ode Iskandar mengatakan, pihaknya menemukan  sejumlah guru di Diknas Kabupaten Muna terindikasi menerima gaji dan dacil double.

“Kami temukan ada guru yang bernama Hasimu Bitu yang dua tahun lalu sudah menjadi PNS di Madrasyah Tsnawiyah Lambelu. Tapi hebatnya guru ini juga menerima dacil di SDN 1 Pasikolaga. Indikasinya guru ini menerima dobel gaji. Sementara ada guru tetap di SDN 1 Pasikolga sampai hari ini, tidak terima dacil. Ini kan kacau kalau dibiarkan terus, uang negara jangan disalahgunakan,” kata politikus PDIP pada koran ini, Senin (6/6).

La Ode Iskandar juga membeberkan temuan terkait keanehan penerima dacil di Kabupaten Muna. Menurutnya, ada guru tidak tetap namanya Ramadan, pernah menjadi guru tidak tetap di SDN I Pasikolga tahun lalu. Tapi anehnya, Ramadhan juga menjadi pendamping desa di Kecamatan Marobo tapi juga  menerima dacil di SDN I Pasikolga.

“Logikanya bagaimana Ramadhan dia bagi badannya jadi dua, sebagian menjadi pendamping desa di Marobo di ujung Pulau Muna, dan sebagian lagi di SDN 1 Pasikolaga di seberang pulau Muna. Ini kan tidak benar. Hal ini akan kita klirkan dengan memanggil pihak Diknas Muna kenapa hal ini bisa terjadi. Kita akan panggil juga  operator dacil di Diknas Muna dan operator dacil disetiap sekolah usai reses ini pungkas La Iskandar serius. (cri1/c/jie)

To Top