Rizal : DPP Minta PAW Ditunda – Berita Kota Kendari
Suksesi

Rizal : DPP Minta PAW Ditunda

Ridwan Sebut Tetap Lanjut

KENDARI, BKK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Rizal yang telah dipecat dari keanggotaan Partai Golkar dan sementara diusulkan pergantian antarwaktu (PAW) mengaku DPP Golkar telah meminta usulan tersebut ditunda.

“Kita sudah melakukan pembelaan di Mahkamah Partai. Diperintahkan oleh DPP, usulan PAW itu ditunda dulu,” terang Rizal kepada Berita Kota Kendari, Minggu (5/6).

Menurut dia, perintah DPP ini keluar sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar di Bali beberapa waktu lalu. Surat itu, ditandatangani oleh Idrus Marham dan Nurdin Halid.

“Surat itu sudah keluar agar ditunda dulu PAW,” katanya.

Salah satu dasar yang melandasi ditundanya PAW, sebut Rizal adalah Undang-Undang tentang Partai Politik. Menurutnya, kader partai yang di-PAW harusnya sudah meninggal dunia, terpidana di atas lima tahun dan mengundurkan diri.

“Kalau soal melanggar aturan partai, di mana saya langgar. Ini hanya persoalan dua kubu kemarin,” alasnya.

Namun, pernyataan Rizal ini dibantah oleh Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae. Menurut dia, pemecatan Rizal sudah keluar yang sebelumnya diusulkan kepengurusannya.

“Itu sudah tidak berubah lagi,” katanya.

Menurut Ridwan, landasan pemecatan Rizal bukan karena konflik Golkar antara kubu Bali dan Ancol. Tapi, akibat pelanggaran terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai yang tidak pernah diindahkan.

“Diundang, dipanggil secara resmi tidak pernah hadir. Kewajiban partai juga mereka tidak ada,” ujar Ridwan.

Mantan Bupati Muna dua periode ini mengaku, partai itu tidak sembarang menempatkan kadernya di dewan. Sehingga, tidak boleh disamakan antara dari kampung dan dari parpol.

“Mungkin dia beranggapan bahwa dewan itu dari kampung. Itu semua dari partai. Tidak ada yang duduk di dewan dari kampung,” katanya.

Untuk itu, tegas Ridwan, semua kader harus tunduk pada aturan partai. Bila melawan, konsekuensinya adalah dikeluarkan dari partai. Bagi anggota dewan, akan di-PAW.

“Pada saat melanggar, maka diatur ketentuan berlaku dan diberhentikan,” tekannya.

Soal adanya surat dari DPP bahwa PAW Rizal dicabut tidak pernah diketahui Ridwan. Namun, ia mengatakan, yang memecat Rizal dan dua kader lainnya itu adalah Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

“Yang minta tunda bukan ketum. Bisa kah teken gubernur dibatalkan kepala dinas. Untuk itu pemecatan sudah final,” tuturnya.

Selain Rizal, kader lain yang dipecat oleh DPP Golkar adalah Tahir Kimi. (pas)

To Top