Suksesi

Pekan Ini, Golkar Tetapkan Calon Kepala Daerah

KENDARI, BKK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menetapkan satu calon yang akan diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tujuh daerah. Nama yang ditetapkan akan diumumkan kepada publik pada pekan ini.

Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae mengatakan, pihaknya baru saja menggelar rapat penentuan calon yang diusung. Dari tujuh daerah yang dibahas, masih ada dua hingga tiga nama yang akan dipertimbangkan untuk selanjutkan ditetapkan menjadi satu nama.
“Kita akan plenokan malam Senin atau Selasa. Rabu atau Kamis kita sudah serahkan ke DPP, hanya satu nama,” terang Ridwan Bae saat ditemui di Kendari, akhir pekan lalu.
Ridwan mengaku, di tujuh daerah yang sementara dibahas di internal, baru Kabupaten Buton yang dipastikan final. Di Buton, Golkar akan mengusung Umar Samiun karena hanya dia yang mendaftar di Golkar.
“Di Buton, hanya Umar Samiun tunggal,” katanya.
Untuk Kota Kendari, Golkar masih mempertimbangkan dua nama. Yakni, Andi Musakkir Mustafa dan Muhamad Zayat Kaimeoddin. Namun diakui Ridwan, mayoritas pengurus Golkar lebih cenderung ke Musakkir.
“Karena beberapa pertimbangan tertentu,” ungkapnya.
Di Kolaka Utara (Kolut), Golkar membahas dua nama dari lima nama yang diusulkan. Yakni, Wakil Bupati Kolut Bobby Alimuddin Page dan Anton SH.
Di Bombana, ada tiga calon untuk dibahas kembali. Yakni, Bupati Bombana Tafdil, Wakil Bupati Bombana Masyura Ila Ladamay dan pengusaha Singapura H Kasra.
Sedangkan Buton Tengah, ada dua nama yang akan dievaluasi. Yakni, La Ode Kais dan Pj Bupati Busel Mansyur Amila. Buton Selatan, Golkar akan memilih satu dari dua nama yakni, Muhammad Faisal Laimu dan LM Agus Feisal Hidayat.
“Untuk Muna Barat, masih belum ada keputusan. Karena Ketua DPDnya Uking Djasa minta rapatnya dibahas ke rumah karena itu kampungku,” jelasnya.
Di Mubar, kata Ridwan, ada beberapa nama yang telah diusulkan ke Golkar. Hanya saja, mantan Bupati Muna dua periode ini masih belum mau menyebutkannya.
“Nama-nama yang sudah disebut tadi, akan dikirim ke DPP. Senin malam, satu nama sudah akan keluar,” ujarnya.
Dalam menentukan satu nama ini, Ridwan tidak semata mengacu pada survei. Namun, akan mempertimbangkan masukan dari pengurus di bawah lalu dibicarakan bersama di DPD Golkar provinsi.
“Kita tidak perlu survei lagi. Kecuali konfliknya panjang maka akan dibicarakan di survei. Kalau Mubar akan terus konflik, maka akan disurvei,” tuturnya.
Pertimbangan lain, calon yang diusung memiliki track record yang baik. Terutama tidak pernah dipenjara akibat korupsi dan narkoba.
“Kalau Umar kan belum dipenjara. Kita pilih Umar bukan karena dia kader PAN. Tetapi, karena pribadinya yang ingin mensejahterakan masyarakat Buton,” katanya soal pengusungan Umar.
Menurut Ridwan, pihaknya ingin keputusan segera keluar dengan pertimbangan, para calon memiliki waktu cukup melakukan sosialisasi. Dari tujuh daerah ini, Ridwan belum berani mamatok target karena belum melihat kekuatan lawan.
Di Pilkada 2017, Golkar akan turun all out memenangkan calon usungannya. “Saya berharap kita menang tujuh. Tapi kita harus lihat dulu potensi lawan ke depan. Tidak mustahil, lawan kita lebih kuat,” paparnya. (pas/aha)

To Top