Lingkar Sultra

Kades Tambea Bantah Bendahara Gunakan Dana Desa

Kades Tambea Muslipang Nawir

Kades Tambea Muslipang Nawir

Terkait Tertipunya Bendahara Akibat iPhone

KOLAKA, BKK – Kepala Desa Tambea Kecamatan Pomalaa Muslipang Nawir membantah jika bendaharanya, Nur Aisya, menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) saat tertipu membeli iphone.

“Ketika kami periksa bersama aparat, tidak ada dana ADD yang ikut tertarik, masih aman. Dia mengaku terikut dana ADD karena dia panik. Tapi ketika dicek ternyata tidak ada,” kata Muslipang, Sabtu (4/6), di kantornya.

Muslipang yang juga paman dari Nur Aisya mengaku, dana yang digunakan Aisya mentransfer dana pada orang yang mengaku aparat kepolisian hingga mencapai Rp 120.363.332 adalah dana dari penjualan kebun ayahnya.

“Itu dana dari penjualan kebun bapaknya (Ayah Nur Aisyah, red) satu bulan lalu. Kebetulan bapaknya duda dan Aisyah yang dipercayakan pegang uang bapaknya,” ungkapnya.

Muslipang mengaku tidak mungkin dana ADD yang diambil, sebab setiap dilakukan pencairan pasti ada tandatangannya.

Kasus ini sudah ditangani aparat Polsek Pomalaa atas laporan bendahara Tambea Nur Aisyah. Dalam laporan di Polisi, dikatakan kalau dirinya tertipu oleh orang yang mengaku bernama Reski Setiwan yang menawarkan iphone S5 warna gold seharga Rp 1 juta, dari harga sebenarnya Rp 3.350.000 dengan alasan promo.

Tergiur dengan harga itu, Aisya langsung mentransfer dana dan tanpa sadar pada empat rekening yakni Katika Yunia tiga kali, Hidayat Nur Dilla satu kali, Argiani Virgita Nindi tiga kali dan Nastuti satu kali, hingga mencapai Rp 120.363.332. Sayangnya dari pengakuan Aisya dari dana itu juga terdapat dana ADD. (cr3/c/jie)

To Top