Awal Puasa Tahun Ini, NU-Muhammadiyah Kompak – Berita Kota Kendari
Aktualita

Awal Puasa Tahun Ini, NU-Muhammadiyah Kompak

KENDARI, BKK– Pemerintah melalui Kementerian Agama RI mengumumkan awal Ramadan 1437 H jatuh pada Minggu malam (5/6), yang menandakan dimulainya puasa pada Senin (6/5) hari ini. Kali ini, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul dan Muhammadiyah kompak soal penentuan awal Ramadhan.

Usai keputusan 1 Ramadhan dibacakan Menteri Agama RI, Syaifuddin Lukman Hakim di Jakarta, umat muslim di Kota Kendari dan daerah lainnya langsung melaksanakan Salat Tarawih pertama di masjid-masjid. Ibadah tarawih rata-rata digelar pukul 20.00.
Sebelumnya, pada pukul 11:01 Minggu siang, Kementerian Agama Sulawesi Tenggara menggelar Hisab Hakiki di Pantai Buhari, Desa Tanggedata, Kecamatan Tanggedata, Kabupaten Kolaka untuk melihat posisi Hilal.
Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kemenag Sultra, H Hasanuri menjelaskan, kedudukan dan fungsi hisab hakiki sama dengan rukyat. Walhasil, pada saat matahari terbenam dan posisi tinggi hilal sudah di atas ufuk di seluruh Sulawesi Tenggara.
Menurut metode ini, jika di wilayah timur tinggi hilal sudah di atas ufuk, maka wilayah bumi bagian barat sampai Maroko dipastikan ada Rukyatul Hilal (penampakan awal bulan). “Hisab Imkan kriteria Mabims, sudah terjadi ijtima. Tinggi Hilal 2 derajat atau umur bulan 8 jam dan jarak lengkung matahari – bulan (sudut elongasi) 3 derajat. Dengan demikian, berdasarkan data hisab tersebut di atas, maka disimpulkan awal Ramadhan jatuh pada Rabu 6 Juni 2016,” kata
Hasanuri dalam keterangan tertulis yang diterima Berita Kota Kendari, malam tadi.
Di Jakarta, Menteri Agama mengatakan, penetapan 1 Ramadan 1437 diambil setelah pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah ormas Islam menggelar sidang isbat tertutup di Kantor Kementerian Agama. Menteri Agama Lukman Hakim mengungkapkan keputusan pemerintah tentang hari pertama Ramadan ini menggunakan dua metode yang digunakan NU dan Muhammadiyah yaitu metode hisab dan rukyat. Kedua Ormas pun menemukan kesamaan dalam penentuan awal bulan suci.
“Seluruh peserta sidang isbat menyepakati pada malam hari ini kita sudah masuk Ramadan. Secara mufakat disepakati (Ramadan) tahun 1437 Hijriah akan dimulai besok hari Senin 6 Juni 2016,” ujar Lukman dalam konferensi pers di kantornya.
Menurut Lukman, penetapan diambil berdasarkan hisab dan rukyat. Untuk rukyat, ada sekitar 93 lokasi yang menjadi titik pengamatan.
Saat ditanya tentang alasan sidang isbat dilakukan tertutup, menteri asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, hal itu merupakan masukan dari berbagai ormas Islam termasuk MUI. “Kami bersepakat yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil sidang (isbat,red), bukan proses pembahasan dalam sidang isbat,” ujar Lukman.
Lukman Hakim meminta semua umat beragama di Indonesia bisa saling membangun toleransi. “Bahwa banyak diantara banyak sesama warga bangsa, yang menjalani puasa, tapi juga ada sebagian saudara-saudara kita yang karena keyakinannya, atau karena satu dan lain hal, tidak menjalani puasa,” ungkapnya.
Dengan bertoleransi dan saling menghormati, lanjutnya, kesucian bulan Ramadan bisa dijaga. Lebih lanjut dia menghimbau, pengusaha tempat hiburan, pengelola media massa, serta pengguna sosial media agar produknya bisa dibuat sedemikian kondusif selama Ramadan.
Pihak yang hadir dalam sidang isbat kali ini antara lain Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ma’rifat Iman, serta sejumlah duta besar negara tetangga dan perwakilan ormas-ormas Islam seperti Nadhaltul Ulama (NU)
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, MUI, Ma’ruf Amin mengatakan dirinya bersyukur bahwa tidak ada perbedaan antara NU dan Muhammadiyah dalam menentukan hari pertama Ramadan. “Mudah-mudahan lebarannya bareng juga. Karena kita tidak disibukkan hiruk-pikuk perbedaan. Mudah-mudahan ini bisa dipelihara terus,” kata Ma’ruf Amin. (jpnn/aha)

Grafis

Hasil Hisab Hilal Hakiki di Sultra, Minggu (5/6)
Lokasi         : Pantai Buhari, Kolaka

Data Matahari
Tenggelam     : pukul 17:48:46
Azimut         : 292 derajat 36′ 45″

Data Bulan
Tenggelam     : pukul 18:05:13
Azimut         : 288 derajar 24′ 38″
Lamanya Hilal     :
00. 16′ 26″
Cahaya Hilal     : 0,31 %
Umur Hilal     : 6 – 8 jam
Ketinggian Hilal     : 3 derajat 25′ 03″ (toposentris sudah di atas ufuk)

Sumber : Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara

To Top