Polda Ambil Alih Kasus Surat Palsu Dua Lurah di Muna – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Ambil Alih Kasus Surat Palsu Dua Lurah di Muna

RAHA, BKK – Kasus dugaan keterangan palsu dan surat palsu yang melibatkan Lurah Raha 1 Alamsyahrir SSTP dan Lurah Wamponiki Jakfaruddin Tambori SSTP sudah diambil alih Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Penyelidikan kasus dua lurah itu kita sudah serahkan ke Polda Sultra. Jadi kasus ini sudah diambil alih Polda Sultra,” terang Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muna Ajun komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudith S Hananta SIK, kemarin.

Bukan hanya itu, sebut Yudith, semua kasus mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna telah diambil alih Polda Sultra. Kini, pihaknya hanya fokus pada pengamanan Pemungutan Suara Slang (PSU) Jilid II Pilkada Muna.

Sebelumnya, perwira polisi dengan dua melati di pundak ini menyebut, berita acara pemeriksaan (BAP) kedua lurah itu sudah lengkap, baik formil dan materil.

Jika terbukti bersalah, dua lurah itu dijerat Pasal 242 dan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemberian keterangan palsu dan surat paslu, dengan acaman pidana tujuh tahun penjara.

Diketahui, tim pemenangan Rumah Kita yang diwakili Hasid Pedansa dan Ishak Salim melaporkan Lurah Wamponiki dan Lurah  Raha 1 ke Polsek Katobu, Senin (16/5).

Keduanya dilaporkan atas tudingan memasukan surat keterangan palsu ke MK. Surat itulah menjadi salah satu acuan hakim memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Jilid II Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna. (cr1/c/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top