Sepekan Mogok Belajar, Siswa MA Lapai Aktif Lagi – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Sepekan Mogok Belajar, Siswa MA Lapai Aktif Lagi

LASUSUA, BKK – Siswa Madrasah Aliyah (MA) Kelurahan Lapai, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), akhirnya kembali melakukan aktivitas proses belajar mengajar (PBM) seperti biasanya setelah sepekan melakukan mogok belajar.

Aksi siswa bersama orang tuanya dipicu adanya dugaan penyimpangan dana yayasan yang lakukan oleh pengurus yayasan perguruan ibadurahman (Yapira).

Kepala Madrasah Aliyah (MA), Muh Tahir SAg, yang dikomfirmasi via selulernya, Senin (30/5), mengatakan, mogoknya siswa selama sepekan disebabkan adanya sentimen dari sebagian orang tua siswa yang menuding bahwa pengelolaan keuangan yang dilakukan yayasan tidak transparan. Padahal tidak seperti itu karena secara administrasi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) lengkap bahkan juga selalu diumumkan melalui masjid.

“Siswa melakukan mogok itu karena miskomunikasi yang tidak terjalin dengan baik terhadap orang tua siswa dan pihak pengurus, sehingga terjadilah seperti itu,” ungkapnya

Dia mengatakan, setelah insiden tersebut, pengurus yang lama sudah dibubarkan dan dibentuk pengurus baru karena dianggap kejadian luar biasa sehingga langsung diambil langkah secepat mungkin untuk melakukan pembentukan pengurus dan mengundang orang tua siswa guna memberikan pemahaman untuk menyelamatkan pendidikan.

“Setelah mengundang orang tua siswa dan melakukan pembentukan pengurus baru, Alhamdulillah siswa-siswi sekarang mulai aktif belajar dan sudah kondusif,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pengurus Yayasan Perguruan Ibadulrahman (Yapira) H mutamin AR digantikan oleh kyai muda H aminuddin AR  begitupun kepala sekolah Andi Amiruddin SPd digantikan Muh Tahir SAg.

“Dengan dibentuknya pengurus baru, saya yang dipercayakan sebagai pelaksana kepalah sekolah,” terangnya

Ia berharap, semoga dengan pengurus baru, orang tua siswa ataupun guru dapat menjalin komunikasi yang baik sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Semoga kejadian kayak begini tidak terulang lagi karena sangat mengganggu kegiatan belajar siswa yang berdampak siswa itu sendiri,” katanya. (k2/c/jie)

To Top