Mulai Juni, Cuaca Ekstrem Landa Sultra – Berita Kota Kendari
Beranda

Mulai Juni, Cuaca Ekstrem Landa Sultra

Tinggi Gelombang Capai Lima Meter

KENDARI, BKK — Masyarakat sepatutnya waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari memprediksi, mulai Juni hingga Agustus, perairan di Sulawesi Tenggara (Sultra) akan dilanda cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Kendari Aris Yunatas mengatakan, fenomena cuaca ekstrem di darat maupun di laut bakal melanda Sultra dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan masuknya masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
“Kita memasuki musim transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” terang Aris Yunatas kepada Berita Kota Kendari, Senin (30/5).
Aris menguraikan, peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di beberapa daerah sangat bervariasi. Untuk Kolaka, sebut dia, terjadi kemarau mulai di Juni pada dekade dua sampai Juli dekade satu. Dekade yang dimaksud adalah perhitungan 10 hari yang berarti satu bulan terdiri atas tiga dekade.
Di Kendari, cuaca ekstrem akan terjadi antara Juni dekade dua sampai Juli dekade satu. Bombana dan Konawe Selatan akan kemarau di antara Juni dekade satu sampai Juli dekade tiga. Sementara Muna, sekitar September dekade satu sampai September dekade tiga.
“Sedangkan Buton ini lebih cepat. Antara Mei dekade dua sampai Juni dekade satu,” urai Aris.
Di musim transisi ini, akan terjadi hujan deras singkat namun disertai angin kencang. Yang patut diwaspadai, fenomena alam seperti ini biasanya membawa potensi angin kencang yang biasa disebut puting beliung.
“Untuk pertanian, sudah masuk pola tanam musim kemarau. Sehingga, pola tanamnya harus diset,” bebernya.
Khusus di perairan, antara Juni, Juli hingga Agustus diprediksi sudah masuk musim angin timur. Masa transisi angin timur ini identik dengan tingginya gelombang air laut di seluruh perairan Sultra.
“Potensi gelombang tinggi puncaknya pada Agustus. Tapi, antara Juni dan Juli juga masyarakat harus tetap waspada. Hampir semua wilayah perairan Sultra akan mengalami tinggi gelombang yang ekstrem,” katanya.
Seperti tahun sebelumnya, wilayah perairan Wakatobi menjadi yang paling rawan bencana karena berhadapan langsung dengan Laut Banda. Tinggi gelombang bisa mencapai 3 meter bahkan 5 meter.
“Kendari-Buton sebenarnya tidak terlalu rawan karena terhalang oleh pulau. Tetapi untuk di sekitar Pulau Cempedak, harus diwaspadai karena di sana arus cukup kuat dari Laut Banda. Kapal jenis Superjet harus waspada,” katanya.
Untuk itu, saran Aris, para pemilik kapal jenis fiber atau kapal kayu untuk mempertimbangkan pelayarannya antara Juni sampai Agustus khusus di wilayah perairan Sultra. (pas/aha)

To Top