KPU Muna Jangan Rugikan Hak Pemilih – Berita Kota Kendari
Suksesi

KPU Muna Jangan Rugikan Hak Pemilih

KPU Muna Jangan Rugikan Hak Pemilih

KPU Muna Jangan Rugikan Hak Pemilih

KENDARI, BKK – Dalam melakukan validasi pemilih di dua tempat pemungutan suara (TPS) pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Muna, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat diingatkan untuk tidak merugikan hak pemilih.

Peringatan ini, datang dari Ketua KPU Sultra Hidayatullah, Senin (30/5). Menurut Hidayatullah, KPU Muna harus cermat dalam melakukan validasi. Bagi warga yang sudah tidak memiliki hak pilih di TPS tersebut untuk tidak dimasukan dalam DPT.

“Kalau yang berhak, jangan dirugikan, selama bisa membuktikan identitas kependudukan di dalam TPS itu,” terang Hidayatullah di ruang kerjanya.

Menurut dia, data yang disampaikan lurah ke Mahkamah Konstitusi (MK) harus ditagi oleh KPU. Bisa saja, kata mantan anggota KPU Kota Kendari ini, data yang disampaikan lurah benar.

“Kalau benar, harusnya tidak dimasukan dalam DPT. Kalau tidak benar, maka nama-nama itu harus masuk. Masyarakat harus bisa membuktikan tentang identitasnya bahwa benar warga di situ,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Dayat ini mengaku, DPT ini sebenarnya sudah selesai divalidasi pada PSU jilid pertama kemarin. Saat itu, kata dia, semua pihak dilibatkan, mulai dari KPU, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), pasangan calon (paslon) dan kepolisian.

“Kita tidak tahu, terakhir ada surat lurah yang menyebut bahwa pemilih kemarin adalah warganya. Nah, sekarang ditagi juga itu lurah. Jangan sampai benar atau tidak benar. Harus dicek kembali kebenarannya,” jelasnya.

Dayat menyebut, hak masyarakat untuk memilih jangan dihalangi. Hal itu sudah ditegaskan dalam putusan MK bahwa, hak memilih dan dipilih oleh warga negara tidak bisa dihalangi hanya soal urusan administrasi.

“KPU tidak boleh mengabaikan hak pilih masyarakat selama memenuhi syarat,” tekannya.

Saat ini, tutur dia, KPU Muna sementara melakukan validasi pemilih. Rencananya, tuntas lima hari sebelum pelaksanaan PSU jilid dua 19 Juni mendatang. (pas)

To Top