Di Baubau dan Konsel, Polisi Jaring 1.042 Pengendara Bandel – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Di Baubau dan Konsel, Polisi Jaring 1.042 Pengendara Bandel

Beberapa anggota Satlantas Polres Konsel saat melakukan 'Operasi Patuh 2016'.(FOTO:MARWAN/BKK)

Beberapa anggota Satlantas Polres Konsel saat melakukan ‘Operasi Patuh 2016’.(FOTO:MARWAN/BKK)

BAUBAU, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Baubau berhasil menindak 607 pengendara bandel dalam pelaksanaan ‘Operasi Patuh 2016’ yang berlangsung selama 14 hari, yakni mulai 16 sampai 29 Mei 2016.

Dari jumlah 607 kendaraan itu, terdiri dari 549 sepeda motor dan 58 roda empat atau lebih. Sebagian besar pengendara melakukan pelanggara tidak menggunakan surat izin mengemudi (SIM), sehingga polisi langsung melakukan tindakan tegas dengan cara tilang di tempat.

Hal serupa pula dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Konsel. Polisi berhasil menjaring 435 pengendara nakal, sebanyak 416 dikenakan sanksi tilang dan 19 pengendara hanya diberikan sanksi teguran tertulis.

Roda dua ditemukan 28 pengendara yang tidak mengenakan helm, komponen kendaraan 10 perkara, dan surat-surat 221 kasus. Sementara roda empat dan eman, pelanggar tidak memakai safety belt (sabuk pengaman) sebanyak 70 perkara, over loding (penumpang lebih) ada enam perkara, surat-surat 78, komponen kendaraan, lampu utama dan pelanggaran lainnya ditemukan masing-masing satu kasusu.

Jika digabungkan, dari dua daerah itu polisi berhasil menjaring 1.042 pelanggar.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Baubau Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ananda Partohap Silaen SIK mengatakan, pelanggaran didominasi tidak memiliki SIM dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

“Ada yang tidak memiliki SIM dan ada juga yang komponen kendaraannya tidak lengkap,” kata Ananda, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/5).

Dijelaskan, meski dalam operasi patuh kali ini lebih memprioritaskan penindakan tilang, namun pihaknya juga menegur 41 pengendara. Kebanyakan yang dikenakan teguran itu adalah para pengendara di bawah umur.

“Kalau ada anak di bawah umur yang kita dapat, kita buatkan surat pernyataan yang ditandatangani langsung orangtuanya. Itu kan sekaligus teguran untuk orangtua supaya mengawasi anaknya,” terang Ananda.

Dari jumlah itu, Ananda menilai kesadaran berlalu lintas di Kota Baubau masih sangat kurang. Ia berharap para pengendara tetap mematuhi aturan lalu lintas demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Konsel AKP IB Sudirga selain pelanggaran, terdapat pula kasus lakalantas (kecelakaan lalu lintas) sebanyak empat kasus, yakni, luka berat enam orang, dan luka ringan satu orang. Total kerugian Rp 4 juta.

“Pelanggar kami langsung tilang dan mengarahkan ke  Pengadilan Negeri (PN) Andoolo untuk mengikuti sidang,” tegas polisi yang akrab disapa Dirga ini.

Masih kata Dirga, pelannggar lalu lintas banyak terdapat di Kecamatan Angata. Bahkan, banyak ditemukan anak di bawah umur berkendara dengan menggunaka knalpot racing. (k2-k8/c/kas)

Click to comment
To Top