Kasuistika

THM Disebut sebagai “Kantong” Peredaran Narkoba

Ketgam: Suasana sosialisasi tentang bahaya narkoba yang dilakukan petugas Ditresnarkoba Polda Sultra pada beberapa THM di Kota Kendari. (Foto: ONO/BKK)

Suasana sosialisasi tentang bahaya narkoba yang dilakukan petugas Ditresnarkoba Polda Sultra pada beberapa THM di Kota Kendari. (Foto: ONO/BKK)

Suasana sosialisasi tentang bahaya narkoba yang dilakukan petugas Ditresnarkoba Polda Sultra pada beberapa THM di Kota Kendari. (Foto: ONO/BKK)

KENDARI, BKK – Tempat hiburan malam (THM) disebut sebagai kantong dan rentan dengan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba).
Itulah yang membuat petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) gencar berkunjung ke THM guna memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.
Pada Sabtu (28/5) malam, petugas narkoba yang dipimpin Kapala Bagian Pembinaan dan Operasional (Kabagbinopsnal) Ditresnarkoba Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agung Ramos P Sinaga bertandang pada tiga THM. yakni D’ Liquid, Galaxy Karaoke, dan Bromo Karaoke.
Di depan puluhan wanita pemandu karaoke pada masing-masing THM tersebut, petugas memberikan pemahaman dampak dan bahaya narkoba berikut cara pencegahannya.
Petugas melakukan sosialisasi dan penyampainnya bukan hanya dampak yang ditimbulkan setelah menjadi penyalah guna, namun juga dari aspek hukum.
Ditemui usai kegitan, Ramos mengatakan, kegiatan itu dilakukan dalam rangka menghadapi Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-70 yang jatuh 1 Juli 2016.
Karena dalam rangkaian HUT Bhayangkara, sambung dia, ada program melakukan sosialisasi serta penyuluhan di THM untuk para pemandu-pemandu, karena THM rentan sebagai kantong-kantong peredaran narkoba.
“Sekarang kita memberikan penyuluhan supaya mereka mengerti dampak buruk penyalagunaan narkoba,” ujar Ramos.
Diungkapkan, kini pihaknya masih sebatas melakukan penyuluhan dan ke depannya akan diadakan razia. Dan, pihaknya juga sudah mengingatkan kepada pihak manajemen agar jangan ada peredaran narkoba di THM.
“Kita sama-sama perangi terhadap narkoba,” tambahnya.
Perwira polisi dengan dua melati di pundak ini menyebut, kegiatan penyuluhan akan berkelanjutan sampai tanggal 1 Juli 2016. Selain itu, dari hasil pendalaman, kebanyakan para wanita pemandu karaoke memakai barang haram tersebut di luar THM.
“Sejak dini akan kita lakukan pencegahan, agar peredaran narkoba di Kota Kendari khususnya, tidak berkembang lagi,” tandasnya. (p4/c/kas)

To Top