Pertama Kali, UHO Laksanakan SBMPTN dengan CBT – Berita Kota Kendari
Mahasiswa

Pertama Kali, UHO Laksanakan SBMPTN dengan CBT

La Hamilu (Nirwan/BKK)

La Hamilu (Nirwan/BKK)

40 Camaba Dipastikan Ikut
KENDARI, BKK – Sebanyak 40 calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan sistem Computer Based Test (CBT).
Koordinator IT SBMPTN UHO La Hamilu mengatakan, ada 40 camaba melakukan tes SBMPTN dengan menggunakan komputer. Tes SBMPTN dengan menggunakan CBT ini, merupakan hal baru yang dilakukan pada tahun ini.
“Teknisnya kita hanya menyiapkan komputernya dan servernya sementara semua soalnya itu panitia pusat yang datang bawa, dan setelah ujian CBT panitia pusat langsung bawa pulang. Inilah yang membedakan antara CBT dengan Paper Based Test (PBT) dimana kalau PBT itu hasil jawaban dari camaba sebelum dibawah ke pusat terlebih dahulu diamankan di kampus,” ungkap La Hamilu, Minggu (29/5).
Dikatakannya, camaba yang melakukan tes SBMPTN dengan cara CBT merupakan camaba yang memang memilih tes dengan cara CBT. Oleh karena itu, walaupun camaba sudah lebih dulu masuk mendaftar tapi kalau tidak memilih CBT, maka tesnya pula tidak dilakukan dengan CBT melainkan dengan PBT.
“Kita melakukan tes camaba dengan CBT merupakan baru kali pertama dilakukan di UHO. Sebab selama ini tes camaba di UHO itu dilakukan dengan PBT,” paparnya.
Dikatakannya, tidak semua Perguruan Tunggi Negeri (PTN) melakukan tes SBMPTN dengan menggunakan CBT, dari jumlah PTN kurang lebih 100 PTN namun untuk kali ini baru 23 PTN dan salah satunya UHO.
“Jika dibandingkan antara PBT dengan CBT itu lebih praktis jika tes SBMPTN dilakukan dengan cara CBT. Sebab, peserta tidak perlu takut bahwa indentitasnya akan salah. Sedangkan kalau PBT jika pembulatannya tidak bagus maka itu juga akan berdampak tidak bisa terbaca dengan baik oleh komputer,” jelasnya.
“Sementara, dalam tes SBMPTN dengan CBT itu tidak mungkin terjadi seperti itu pasti identitas peserta langsung terbaca, sebab peserta tinggal klik namanya saja,” katanya.
Selama berlangsungnya tes SBMPTN dengan CBT ini tidak ada kendala yang didapatkan oleh peserta. Persyaratan pelaksanaan CBT ini, sebut dia, harus memiliki genset, dan di UHO memang sudah memilikinya.
Dari sisi pembiayaan, ungkap Hamilu, lebih banyak menghabiskan anggaran jika tes SBMPT dilakukan dengan PBT. Sedang CBT, bisa menghemat pengeluaran.
“Saya belum juga pastikan di UHO akan ke depan akan dilakukan dengan CBT secara serentak. Namun, saya optimis ke depan tes SBMPTN di UHO akan dilakukan dengan CBT secara serentak. Sebab yang menjadi motivasi PTN untuk melakukan tes dengan CBT mengacu kepada sekolah menengah atas (SMA) yang bisa melakukan ujian nasional (UN) dengan CBT ini masa PTN tidak bisa melakukan itu,” tuturnya. (m3/c/pas)

To Top