Gara-gara Ranjau, Pengerjaan Jembatan Teluk Dihentikan – Berita Kota Kendari
Beranda

Gara-gara Ranjau, Pengerjaan Jembatan Teluk Dihentikan

KENDARI, BKK – Pengerjaan Jembatan Teluk Kendari untuk sementara berhenti. Pasalnya, Angkatan Laut kembali mendeteksi adanya ranjau dalam perairan teluk. Pembangunan baru bisa dilanjutkan jika ranjau-ranjau tersebut telah dijinakkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Saidin mengaku, informasi yang diperoleh dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kendari, masih ada 16 titik yang dicurigai sebagai tempat ranjau. Tak ingin ada masalah, pemasangan pilon atau tiang pancang di tengah teluk pun harus dihentikan sementara waktu.
“Setelah ranjau bersih, pilonnya dikerja. Kendalanya sekarang, ranjau lagi,” ujarnya.
Jembatan yang hanya dua kecamatan di Kendari ini rencananya akan dimulai dengan pembangunan tiang pancang di tengahnya. Hanya saja, kendala teknis selalu ada.
“Semua sudah siap, tinggal ranjaunya ini perlu diledakan dulu. Karena, kita akan mulai kerja di tengah laut dulu untuk pemasangan pilonnya,” katanya.
Ia menyebut, sejauh ini, pihaknya sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta kepada Lanal Kendari untuk pendeteksian ranjau. Dipastikan masih ada tambahan dana lagi karena ranjau tersebut harus diledakkan.
“Anggarannya (peledakan ranjau) sudah siap dari APBN. Tetapi, saya belum tahu berapa jumlahnya,” jelasnya.
Saidin mengaku, sudah rapat bersama TNI AL untuk mempercepat peledakan ranjau-ranjau itu. Namun, teknisnya harus menunggu kepastian dari Mabes AL. Sebab, peledakan ranjau harus menggunakan kapal milik TNI.
“Kalau Danlanal, pada dasarnya tidak ada masalah sepanjang anggarannya sudah ada. Tapi harus ada koordinasi dulu dengan KASAL,” paparnya.
Selain masalah ranjau, Dinas PU Sultra akan kembali menyelidiki kontur tanah untuk pendirian tiang pancang.
Ia menguraikan, Jembatan Teluk Kendari atau yang biasa disebut Jembatan Bahteramas ini memiliki panjang kurang lebih 1,3 kilometer. Pembangunan jembatan yang kelak menjadi maskot Sultra itu didanai oleh APBN dalam waktu tiga tahun anggaran, dimulai 2015 dan berakhir 2018. Pada tahun lalu, uang muka pembangunan jembatan ini cair sekitar Rp 150 miliar.
“Karena kontraknya di akhir tahun anggaran, berarti uang muka saja yang keluar, untuk pengadaan material pipa, sekaligus pemeriksaan persiapan tiang pancang fondasi,” bebernya.
Sesuai kontrak, anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jembatan ini sekitar Rp 729 miliar. (pas/b/aha)

To Top