Kasuistika

Berkas Aswad Sulaiman dan Gina Lolo Mengendap di Kejati

KENDARI, BKK – Suda tiga bulan mantan Bupati Konawe Utara (Konut) Aswad Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Konut tahap II dan III 2010 sampai 2011.
Namun, hingga kini penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) tak kunjung melipahkan berkas keduanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, untuk menjalani sidang.
Selain Aswad, tersangka lain yang turut “diendapkan” berkasnya adalah mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Konut Gina Lolo.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo, melalui kepala seksi penerangan hukum dan hubungan masyarakat (kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH mengatakan, kini pihaknya sedang melengkapi berkas keduanya. Kemungkinan dalam waktu dekat akan segera ke tahap persidangan.
“Yang pasti secepatnya kami akan segera limpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan. Kemungkinan kalau bukan akhir bulan (Mei) nanti awal bulan depan (Juni),” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/5).
Diungkapkan, rencananaya pelimpahan berkas tiga tersangka akan dilakukan secara bersamaan, namun karena berkas Aswad Sulaiman dan Gina Lolo belum selesai, sehingga pelimpahan berkas dilakukan secara terpisah. Kini baru Ahmad Yani Simarata yang dilimpahkan ke pengadilan.
“Sebelumnya berkas ketiga tersangka akan kita limpahkan secara bersama-sama, namun karena berkas Aswad Sulaiman dan Gina Lolo belum rampung, sehingga dilimpahkan secara terpisah. Ahmad Yani yang lebih dulu dilimpahkan,” jelas Janes.
Ahmad Yani Simarata kini sudah mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIA Kendari, sementara Aswad dan Gina Lolo masih saja bebas berkeliaran. (p5/c/kas)

To Top