Asrun Bisa Kesulitan di Pilgub – Berita Kota Kendari
Suksesi

Asrun Bisa Kesulitan di Pilgub

Dr Muh Najib Husain

Dr Muh Najib Husain

KENDARI, BKK– Jalan menuju kursi Gubernur Sultra 2018 bagi Asrun bisa saja tidak mulus. Salah satu penentu mulus tidaknya adalah hasil pertarungan PAN di Pemilihan Wali Kota Kendari 2017.

Pengamat komunikasi politik Universitas Halu Oleo (UHO) Dr Najib Husen menilai, sukses tidaknya Asrun yang kini menjabat Wali Kota Kendari pada Pilgub Sultra tergantung hasil Pemilihan Wali Kota Kendari. Menurut dia, bila Asrun tak mampu memenangkan Pilwali, Asrun bakal kesulitan untuk menatap Pilgub Sultra.
“Ini tantangan bagi Asrun. Dia harus benar-benar fokus pada Pilwali. Karena kalau salah strategi, bisa saja dua-duanya (Pilwali dan Pilgub) tidak menang,” terang Najib kepada Berita Kota Kendari, Minggu (29/5).
Doktor pertama Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO ini menguraikan, konstalasi politik di Partai Amanat Nasional (PAN) saat ini sudah berubah saat DPP memutuskan Umar Samiun sebagai Ketua DPW PAN Sultra dan Adriatma Dwi Putra (ADP) sebagai sekretaris.
Oleh Najib, penunjukan Umar dilihat sebagai win-win solution untuk kubu Asrun dan Nur Alam yang selama ini memanas di arena Muwil PAN Sultra. Menurut dia, ditunjuknya Umar sebagai jalan tengah untuk mengurai konflik internal partai berlambang matahari terbit ini.
“Kenapa harus Umar, karena Umar tidak terlalu dekat dengan Nur Alam dan Asrun. DPP ambil jalan tengah,” paparnya.
Hasil keputusan DPP, sebut Najib, ikut berdampak pada konstalasi Pilwali Kendari dan Pilgub Sultra. Untuk pintu PAN pada Pilwali Kendari, sudah hampir pasti menjadi milik ADP. Hanya saja, kata dia, jika tidak diramu dengan baik, ini justru menjadi boomerang buat Asrun.
Meski ADP yang memiliki kans yang lebih besar mendapatkan PAN, elektabilitasnya diperkirakan masih lebih rendah dibandingkan dengan calon di internal PAN. “Untuk Pilwali, sudah jelas PAN jatuh pada ADP. Tetapi ini ujian untuk Asrun,” paparnya.
Untuk itu, saran Najib, Asrun harus pintar-pintar melihat situasi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuka membuka ruang sebesar-besarnya kepada calon lain. “Harusnya, PAN membuka atau menerima semua calon dan membuka debat sesama calon lain,” paparnya.
Di internal PAN, sebut Najib, ada Abdul Rasak yang memiliki disebut-sebut memiliki poin yang lebih baik dibanding yang lainnya. Selain punya pengalaman, komunikasi politik yang dibangun Rasak juga lebih bagus. Hanya saja, ada keraguan apakah Rasak bisa mendapatkan PAN sebagai kendaraan politiknya.
“Asrun harus mempertimbangkan elektabilitas. Jangan asal usung, kalau mau tetap memiliki kans di Pilgub Sultra,” urainya.
Bila Asrun gagal menangkan orangnya di Pilwali, PAN akan kesulitan dalam memenangkan Pilgub Sultra. Hal ini jelas bisa dimanfaatkan kubu Nur Alam untuk mengevaluasi kembali kinerja Asrun yang ingin maju sebagai gubernur.
“Ini akan menjadi senjata bagi kubu Nur Alam untuk mengevaluasinya. Sebab pintu PAN untuk Pilgub Sultra ini belum jelas,” tuturnya. (pas/b/aha)

To Top