Kasuistika

Polisi Tangkap Kawanan Perampok Nasabah BRI

Tim Buru Sergap Polres Kendari memperlihatkan salah seorang tersangka perampokan nasabah BRI, Burhanuddin (33), saat diciduk di Lr Abdul Gani, Kelurahan Watulondo, Puuwatu, Kendari, Rabu (25/5) malam.

Tim Buru Sergap Polres Kendari memperlihatkan salah seorang tersangka perampokan nasabah BRI, Burhanuddin (33), saat diciduk di Lr Abdul Gani, Kelurahan Watulondo, Puuwatu, Kendari, Rabu (25/5) malam.

Disergap Saat Intai Calon Korban Kedua

KENDARI, BKK– Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, Tim Buru Sergap Polres Kendari berhasil membekuk tiga pelaku yang merupakan komplotan perampok terhadap nasabah BRI Cabang Kendari.

Tiga sekawan perampok asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini, masing-masing Burhanuddin (33), Aco Dg Sura (42), dan Suardi (26). Pada Rabu siang (25/5), mereka merampok
seorang wanita nasabah BRI saat singgah di depan SPBU Punggolaka.
Harta milik korban berupa uang tunai Rp 85 juta beserta telepon genggam merek Samsung, berhasil dibawa kabur.

Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi menuturkan, kawanan rampok ini sebelumnya sudah mengintai calon korbannya yang mencairkan uangnya di Kantor BRI Cabang Kendari, Jl SAM Ratulangi, Lahundape, Rabu (25/5). Burhanuddin yang mendapatkan tugas mengintai dari pangkalan ojek, kemudian melihat salah seorang nasabah keluar dari BRI sekitar pukul 10.00.
Dengan mengendarai sepeda motor Yamah Jupiter MX, Burhanuddin membuntuti korbannya yang juga mengendarai motor.
Tiba di depan SPBU Punggolaka, korban berhenti dan meninggalkan uang dan tasnya di bagian kabin dalam motornya. Kesempatan itu pun langsung dimanfaatkan Burhanuddin. Pelaku datang, mengangkat jok motor korban, dan langsung mengambil sebuah tas yang berisikan uang tunai puluhan juta, telepon genggam dan surat-surat kendaraan.
Korban yang melihat aksi Burhanuddin sempat berteriak. Namun pelaku sudah menggeber motornya melesat meninggalkan lokasi. Di tengah kepanikan, korban yang tidak disebutkan identitasnya ini lantas menghubungi polisi melalui ponsel yang dikantonginya.
Mendapat laporan dari korban, tim gabungan Buru Sergap (Buser) serta petugas Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polres Kendari langsung bergerak. Kapolres mengungkapkan, seluruh petugas waktu itu diminta mengaktifkan alat komunikasinya untuk dikirimkan ciri-ciri pelaku, motor yang digunakan serta arah pelariannya. Sayangnya, kawanan penjahat ini berhasil lolos.
Meski demikian, polisi tidak menyerah. Dengan analisa yang tajam, tim Buser yang menyamar mendatangi Kantor BRI Cabang Kendari untuk melakukan pengintaian. “Biasanya pelaku yang berhasil melakukan aksinya, akan datang lagi ke tempat yang sama untuk melakukan aksi selanjutnya,” kata Kapolres di ruang kerjanya, Kamis (26/7).    Analisa polisi pun tepat. Sekitar pukul 13.30, seorang pria yang ciri-cirinya persis laporan korban terlihat kembali memantau para nasabah yang tengah bertransaksi. Tanpa ragu, polisi pun langsung meringkus pria yang tak lain adalah Burhanuddin itu.
Sekitar pukul 15.30, tim gabungan Buser dan Intelkam melakukan penggeledahan di kediaman pelaku. Di situlah petugas berhasil menemukan barang bukti rampokan. Hanya saja, sudah tidak ada uang tunai. Hanya ada bukti transfer Bank Centra Asia (BCA) senilai Rp 85 juta. Polisi juga menemukan paku yang diduga untuk mengempeskan ban kendaraan korban.
Keterangan Burhanuddin mengarahkan polisi ke Jl Buburanda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Di situ, sekitar pukul 23.00, polisi menciduk rekan Burhanuddin, yakni Aco Dg Sura.
Setengah jam kemudian, polisi mendatangi Lorong Gerhana, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia. Kali ini, satu orang lagi, Suardi dibekuk. “Suardi ini yang mengambil ponsel milik korban,” tambah Kapolres.
Polisi masih akan mengembangkan kasus tersebut karena kuat dugaan, mereka melakukan aksi secara berjaringan.
“Sementara masih kami kembangkan. Kemungkinan masih akan ada rekan-rekan pelaku di luar sana. Saat ini para tersangka mengaku baru melakukan satu TKP,” ujar AKBP Sigid.
Agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi, Kapolres mengimbau kepada warga Kota Kendari yang hendak melakukan transaksi di bank, agar tidak segan-segan meminta pengawalan pihak kepolisian. Sigid menjamin permintaan pengawalan itu akan dilakukan polisi tanpa memungut biaya jasa sepeser pun.
“Kami siap melakukan pengawalan bagi masyarakat yang melakukan transaksi di bank tanpa biaya. Karena polisi harus selalu memberikan rasa aman kepada masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut pengganti AKBP Ilham Saparona ini mengatakan, dua tersangka dijerat Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. Sementara, Siardi dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman empat tahun penjara. (kas/aha)

To Top