PNS Pemprov Eks Napi Juwaria Masih ‘Buron’ – Berita Kota Kendari
Beranda

PNS Pemprov Eks Napi Juwaria Masih ‘Buron’

KENDARI, BKK – Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang juga mantan narapidana (napi) dalam kasus penipuan penggelapan atas nama Juwaria, masih ‘buron’.

Pegawai yang bekerja pada Badan Kesatuan Bangsan dan Politik (Kesabangpol) Sultra itu masih menjadi target kejaran para korban penipuan yang dilakukannya.

Sekadar mengingatkan, Juwaria pernah menjalani hukuman pidana selama 1 tahun lebih karena terbukti secara sah melakukan penipuan dengan modus memungut sejumlah uang kepada honorer kategori dua (K2) dengan iming-iming akan diloloskan menjadi PNS.

Namun, Juwaria ternyata hanya memberi harapan palsu kepada korbannya. Uang raib, NIP tak kunjung terbit. Harapan untuk menjadi PNS hanyalah impian belaka. Atas dasar itu, sejumlah korban melaporkan ke penegak hukum.

Ujungnya, oleh hakim Pengadilan Negeri Kendari, Juwaria dinyatakan terbukti bersalah dan terpaksa mendekam dalam penjara sebagai konsekuensi atas perbuatannya. Kini, Juwaria telah bebas. Sejatinya, dia mulai aktif berkantor.

Tapi, berdasarkan telusuran wartawan koran ini di kantornya, Kamis (26/05), melalui rekan-rekan kerjanya, Juwaria sudah jarang masuk kantor. Bahkan, salah seorang pegawai Kesbangpol Sultra yang minta namanya dirahasiakan, mengungkapkan, Juwaria sudah enam bulan tidak ngantor.

Menariknya lagi, banyak orang luar yang mencari Juwaria. Menurut sumber tadi, hampir setiap hari ada orang yang mencarinya. “Katanya sih mereka datang menagih. Mungkin berkaitan dengan uang-uang honorer K2 yang disetor kepadanya dengan iming-iming diloloskan jadi PNS. Kan dia (Juwaria,red) pernah dipenjara gara-gara itu,” kata sumber tadi.

Keterangan tersebut mungkin ada benarnya. Kebetulan, jurnalis koran ini, kemarin, bertemu dengan seorang pemuda berkemeja rapi di Kantor Kesbangpol Sultra.

Cek per cek, ternyata dia juga sedang mencari Juwaria dalam urusan penagihan. Menurut pengakuan pemuda tadi, dirinya sudah lama mencari Juwaria untuk meminta kembali duit yang pernah disetornya sejumlah Rp 50 juta sebagai uang ‘pelicin’ untuk diloloskan menjadi PNS, karena janji jadi PNS tidak dipenuhi.

Namun sayangnya, Juwaria bagai hilang ditelan bumi, setelah dinyatakan bebas dari penjara. “Saya sudah lama mencari dia, si Juwaria, tapi sampai hari ini belum ketemu. Nomor handphonenya sudah tidak aktif. Mungkin sudah ganti nomor baru,” katanya.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Badan Kesbangpol Sultra, Yusuf Mundu, mengatakan, pegawainya bernama Juwaria sudah empat bulan berturut-turut tidak masuk kantor.

Sebagai pimpinan di instansi itu, Yusuf tidak tinggal diam. Dirinya sudah merekomendasikan melalui BKD setempat agar Juwaria diberi sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan, kata Yusuf, Juwaria diberi sanksi sedang karena empat bulan tidak masuk kantor. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra ini tidak paham kenapa Juwaria tidak pernah masuk kantor. Hanya saja, menurut Yusuf, sejak setelah menjalani hukuman penjara karena kasusnya, Juwaria jarang kelihatan di kantor. Ia pun tahun ada masalah serius yang sedang menyelimuti hidup Juwaria. Karena itu, yang bersangkutan diberi sanksi penurunan pangkat dan penundaan kenaikan selama tiga tahu.

“Kita akan tetap monitoring dia. Kalau misalnya enam bulan berturut-turut tidak masuk kantor maka kita akan usulkan diberi sanksi berat. Bisa jadi dia akan dipecat,” kata Yusuf di ruang kerjanya.

Menyinggung SK tentang sanksi yang diberikan kepada Juwaria, Yusuf mengaku belum menerimanya. “SK-nya belum sampai di sini. Masih diproses di BKD,” tutupnya. (jie)

To Top