Mahasiswa Harus “Berdamai” dengan Polisi – Berita Kota Kendari
Mahasiswa

Mahasiswa Harus “Berdamai” dengan Polisi

Suasana Pelaksanaan Seminar Yang Berlangsung di Aula FISIP UHO. (Nirwan/BKK)

Suasana Pelaksanaan Seminar Yang Berlangsung di Aula FISIP UHO. (Nirwan/BKK)

Jurusan Komunikasi UHO Gelar Seminar
KENDARI, BKK – Mahasiswa Komunikasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar seminar, membangun hubungan komunikasi antara kepolisian dengan mahasiswa yang berlangsung di Gedung Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHO.
Kegiatan ini dibuka langsung Dekan FISIP UHO Dr Bachtiar dan menghadirkan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto sebagai pemateri.
Dr Bachtiar mengatakan, seminar ini digagas oleh mahasiswa Jurusan Komunikasi UHO. Tujuan utama seminar ini, mendekatkan mahasiswa dengan polisi. Sebab, selama ini kabar yang berkembang bahwa polisi itu seolah-seolah menjadi musuh mahasiswa.
“Melalui kegiatan seminar ini, kami mencoba memperbaikinya. Polisi itu memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga dan ketertiban masyarakat,” ungkap Bachtiar, Kamis (26/5).
Ia menyebut, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan dan menyalurkan aspirasi rakyat. Dalam kondisi ini, biasanya terjadi benturan kepentingan antara kepolisian dan mahasiswa. Bila tidak ada komunikasi dengan baik, biasanya pertemuan itu akan menimbulkan bentrok.
“Oleh sebab itu, kita coba pertemukan polisi dan mahasiswa di dalam forum diskusi. Akhir-akhir ini, hubungan antara pihak kepolisian dengan mahasiswa,” paparnya.
Bachtiar berharap, diskusi ini bisa membawa perubahan yang besar dalam hubungan polisi dan mahasiswa.
“Peserta yang mengikuti seminar ini bukan saja mahasiswa komunikasi, tetapi juga seluruh mahasiswa,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto mengatakan, kebebasan dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan undang-undang. Polisi, kata dia, bertugas mengamankan.
“Selama kegiatan tetap pada koridor, kita juga amankan dengan cara humanis. Kita tetap berusaha mengamankan demonstrasi dengan humanis, tetapi mana kala bisa menghawatirkan sipengunjuk rasa serta masyarakat lain maka polisi harus bertindak untuk mencegah agar hal itu jangan sampai meluas dan menimbulkan korban,” paparnya.
Sunarto menyarankan, dalam aksi, mahasiswa baiknya jangan membakar ban di tengah jalan. Sebab, bisa mengganggu dan menimbulkan rasa ketidaksenangan dari masyarakat umum.
“Untuk itu, menurut saya memang perlu pemahaman agar demonstrasi dengan membakar ban di tengah jalan tidak terjadi lagi. Apalagi, teman-teman mahasiswa menyandang label sebagai kaum intelektual tentu cara-cara dalam menyampaikan pendapat dengan cara intelektual juga,” harapnya.
Ketua Panitia seminar Laode Rahman mengatakan, kegiatan ini bertujuan menciptakan hubungan komunikasi yang baik antara pihak kepolisian dengan mahasiswa.
“Kita berharap, seminar ini bisa menambah wawasan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Agar miskomunikasi antara pihak kepolisian dengan mahasiswa tidak terjadi lagi,” tuturnya. (m3/c/pas)

Click to comment
To Top