Mahasiswa Diminta Tidak Demo karena Pesanan Politik – Berita Kota Kendari
Mahasiswa

Mahasiswa Diminta Tidak Demo karena Pesanan Politik

Foto: Dr Bachtiar. (Nirwan/BKK)

Foto: Dr Bachtiar. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Mahasiswa diminta untuk tidak melakukan aksi atau demonstrasi yang bersifat pesanan politik untuk menjatuhkan orang-orang tertentu.
Dekan Fakukltas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu OLeo (UH) Kendari Dr Bachtiar mengatakan, demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa sebagian murni untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tapi, tidak sedikit juga aksi yang dilakukan ditumpangi oleh kepentingan tertentu apakah aksi itu ditumpangi politik dan ada juga aksi yang ditumpangi ekonomi.
“Menurut saya, hal ini harus bisa dipisahkan oleh mahasiswa. Kita berharap mahasiswa melakukan demonstrasi ketika memang betul-betul untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ketika hal ini dilakukan maka menurut saya itu adalah suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Misalnya ketika ada kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat bahkan merugikan rakyat mahasiswa itu sebenarnya harus tampil terdepan untuk memperjuangkan itu,” ungkap Bachtiar, Kamis (26/5).
Lebih lanjut, sebut Bachtiar, kenyataan memang tidak sedikit gerakan-gerakan unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa yang sifatnya pesanan, sehingga inilah yang mesti bisa dipisahkan oleh mahasiswa.
“Artinya, jika pergerakan yang dibangun oleh mahasiswa tersebut adalah kepentingan orang-orang tertentu, maka sebaiknya masyarakat jangan hirau dan jangan pusingkan. Selain itu juga mahasiswa juga jangan ikut-ikutan dalam bergerakan seperti ini,” sarannya.
Tetapi jika ada demo atas nama rakyat dan membela kepentingan publik, hal ini tidak bisa dihalangi.
“Jika aksi yang dilakukan adalah pesanan yang muatan-muatan politik hanya untuk menjatuhkan pihak tertentu misalnya dengan cara memobilisasi orang atau menggunakan kekuatan mahasiswa untuk kepentingan politik maka pergerakan itu merupakan pergerakan keliru,” jelasnya.
“Jika dalam aksi yang dilakukan mahasiswa dengan cara anarkis maka akan ada sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Selain itu, kampus akan memberikan sanksi skorsing, bahkan bisa dikeluarkan dari kampus sesuai dengan peraturan akademik,” tuturnya. (m3/c/pas)

Click to comment
To Top