Kasuistika

Diperiksa Polisi, Ini Pengakuan Kadisdukcapil Muna

Mengenai Kasus Surat palsu ke MK

RAHA, BKK – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Muna Abdul Munir SH datang memberikan klarifikasi ke penyidik Kepolsian Sektor (Polsek) Katobu, Kamis (26/5) mengenai 17 warga yang diajukan ke Mahkama Konstitusi (MK) oleh dua lurah, yakni Lurah Raha 1 Alamsyah dan Lurah Wamponiki Jakfaruddin Tambori.

Kasus dugaan surat palsu tersebut menjadi salah satu amar putusan hakim memutuskan untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU)Jilid II di Kabupaten Muna.

“Kadisdukcapil kita periksa hari ini (kemarin, red). Dia diperiksa untuk mengklarifikasi atas keterangan Lurah Raha 1 dan Lurah Wamponiki, yang mengatakan bahwa mereka sudah mengkroscek kepada Kadisdukcapil Muna atas kebenaran 17 warga yang  termuat dalam amar putusan MK,” kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Katobu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ogen Sairi SH.

Ogen membeberkan, dalam pemeriksaan itu Kadisdukcapil mengaku tidak pernah bertemu dengan Lurah Raha 1 dan Lurah Wamponiki.

“Pengakuan Kadis, dia tidak pernah bertemu dengan lurah itu. Pengakuan itu sah-sah saja, nanti akan kita dalami siapa yang memberikan keterangan bohong,” uajarnya.

“Kita juga akan mengkroscek, siapakah yang berhak mengeluarkan nama-nama penduduk di Kabupaten Muna, dukcapil atau lurah,” pungkas Ogen. (cr1/c/kas)

To Top