Asrun Tetap Pimpin PAN Kendari – Berita Kota Kendari
Suksesi

Asrun Tetap Pimpin PAN Kendari

asrunKENDARI, BKK – Pascakeputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) menunjuk Umar Samiun dan Adriatma Dwi Putra (ADP) sebagai Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Tenggara (Sultra), jabatan Ketua DPD PAN Kota Kendari masih tetap milik Asrun.

Ditemui di kediamannya, Kamis (26/5), Asrun mengaku, jabatannya sebagai Ketua DPD PAN Kota Kendari akan berakhir 23 Oktober 2016. Setelah itu, ia memastikan dirinya tetap memimpin PAN kota meskipun anaknya menjabat lebih tinggi di atasnya.

“Saya tetap di PAN Kota Kendari. Kalau ke depan, nanti kita lihat seperti apa aturan mekanisme partai apakah nanti formatur tunggal,” ungkap Asrun.

Menurut Asrun, walaupun jabatannya hanya sebatas Ketua DPD PAN Kota Kendari, namun pintu partai maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018 sudah ada digenggamannya. DPP, kata dia, sudah menggaransikannya.

“Ketum bilang begitu. Tentu saja, elektabilitas kita harus bagus kalau rendah tidak perlu ngotot juga,” paparnya.

Meski ada keinginan memimpin PAN di skala provinsi, Asrun mengaku legawa dengan keputusan DPP yang tidak menunjuk dirinya sebagai Ketua DPW PAN Sultra. Tapi, ada ganjaran positif untuk Asrun bahwa posisinya sebagai calon tunggal PAN di Pilgub Sultra sudah mendapatkan persetujuan Zulkifli Hasan.

“Saya juga ingin jadi ketua, tapi fokus dulu di Pilgub Sultra,” ujarnya.

Oleh Asrun, putusan DPP yang menunjuk Umar dan ADP sebagai pimpinan PAN di Sultra merupakan jalan tengah untuk menetralkan suasana partai yang sempat memanas.

“Ini jalan tengah kita semua untuk merangkul semua kader PAN. Yang tadinya sangat kuat bersikukuh tidak ingin atau tetap mengusulkan pak Nur Alam dan saya tetap ngotot mencalonkan diri,” jelasnya.

“Saya juga tidak jadi dan pak gubernur juga tidak, tetapi ini jalan tengahnya,” tambahnya.

Soal penunjukkan ADP sebagai Sekretaris PAN Sultra, Asrun menilai sudah sesuai aturan partai. Keputusan ini semua, kata Asrun merupakan kebijaksanaan dari DPP.

“Di Gorontalo ketuanya bukan dari formatur. Ini sudah keputusan DPP. Jadi, tidak ada yang salah, penunjukkan ADP itu sudah sesuai AD-ART,” katanya.

Asrun mengaku, keputusan DPP ini memang cukup mengejutkan. Mengingat, ADP tidak masuk sebagai anggota formatur. Namun, keputusan ini, telah melalui diskusi panjang antara formatur dan DPP.

“Sudah begini lah keputusannya. Ini merupakan jalan tengah agar kader tidak berbenturan,” pungkasnya. (pas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top