Asrun Ancam Kader PAN yang Daftar di Partai Lain – Berita Kota Kendari
Suksesi

Asrun Ancam Kader PAN yang Daftar di Partai Lain

KENDARI, BKK – Pengunduran diri Abdurrahman Saleh (ARS) dari bursa pencalonan Wali Kota Kendari 2017 ditanggapi santai oleh Asrun. Menurutnya, dengan penunduran diri ARS, akan lebih mudah bagi DPD PAN Kendari untuk menentukan satu calon diantara dua kader PAN yang tersisa, yakni Abdul Rasak dan Adriatma Dwi Putra (ADP).

Ditemui di kediamannya, Kamis (26/5), Asrun mengaku mundurnya ARS harus dihargai dan diapresiasi. Dengan begitu, ARS lebih fokus bekerja di DPRD Sultra yang memiliki tugas yang cukup berat.
“Sekaligus juga, kawan-kawan yang akan maju, ADP dan Rasak bisa lebih konsentrasi untuk mendapatkan dukungan,” terang Asrun.
Asrun mengakui, kini pihaknya tinggal menentukan siapa yang berhak mendapatkan PAN sebagai kendaraan politik di Pemilihan Wali Kota Kendari, apakah Abdul Rasak atau ADP. Namun kapan pastinya satu nama itu didapatkan, Asrun enggan menyebutnya.
“Kita akan lihat dulu. Kan masih lama. Bulan sembilan (September) baru mendaftar (di KPUD Kendari). Kita bangun komunikasi dulu. Apa salahnya di internal membangun komunikasi untuk mengusung satu calon saja,” paparnya.
Menurut dia, bila ada dua kader PAN yang maju, itu tidak menguntungkan partai. Untuk itu, dalam penentuan calon yang diusung nanti, PAN akan menentukan kriteria tertentu, terutama dalam hal elektabilitas atau tingkat keterpilihan.
“Yang akan diusung tentu yang berpotensi menang,” katanya.
Kalau nantinya sudah ada satu nama yang resmi diusung PAN, Asrun berharap seluruh kader bisa mendukung. Namun jika ada kader lain yang ingin tetap maju dan menjajaki partai lain, Asrun mengancam akan ada konsekuensinya.
“Kalau ada kader PAN yang menjajaki pintu lain, tidak akan dilarang. Tapi ingat, ada konsekuensinya,” tegasnya.
Konsekuensi yang dimaksud Asrun, kader tersebut tidak boleh lagi menggunakan atribut PAN. “Misalnya, orang PAN ada yang lewat pintu lain harus hitung baik-baik. Sebab, semua atribut PAN akan hilang. Kita tidak tolerir kalau kita bertabrakan,” tegasnya.
Lebih jauh lagi, Asrun mengisyaratkan dirinya bisa saja mencopot atau mengganti posisi kader di DPRD yang maju di Pilwalkot. “Bila ada yang maju merupakan kader PAN yang duduk di dewan, maka akan dapat sanksi pemberhentian dari partai,” tambahnya.    Seperti diketahui, baik Abdul Rasak maupun ADP sama-sama menjabat sebagai anggota DPRD. Rasak merupakan Ketua DPRD Kendari, sedangkan ADP adalah Anggota DPRD Sultra. (pas/aha)

Click to comment
To Top