Suksesi

KPU Mulai Validasi Data Pemilih

RAHA, BKK- Jelang pemungutan suara ulang (PSU) jilid dua yang akan digelar, Minggu 19 Juni 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna, Kamis (26/5) mulai melakukan validasi Data Pemilih Tetap (DPT).

Rencananya, jadwal validasi DPT PSU jilid II dilakukan dari 26 Mei sampai 13 Juni 2016. Hanya saja, verifikasi pemilih kali ini tidak diawasi oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Muna, melainkan hanya dimonitoring Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Meski tanpa Panwaslu, KPU Kabupaten Muna tetap melanjutkan proses validasi ini. “Kamis (26/5) kita mulai melakukan validasi DPT di 2 TPS yaitu TPS 4 Kelurahan Raha 1 dan TPS 4 Wamponiki. Kita akan melibatkan semua paslon, Bawaslu Prov. Sultra, TNI/Polri, KPU dan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Capilduk) Kabupaten Muna untuk melakukan validasi bersama,” terang anggota KPU Muna Andi Arwin, Kamis (26/5).
Soal adanya 17 warga yang diduga sebagai pemilih fiktif, KPU sudah meminta data kepada Lurah Wamponiki dan Lurah Raha 1. Hanya saja, sampai saat ini dua lurah itu belum juga menyetorkan 17 nama itu.
“Jika nanti dalam validasi 17 warga yang termuat dalam amar putusan MK itu memang warga di dua kelurahan itu, KPU Muna harus mengambil sikap agar mereka tetap berhak ikut PSU jilid II,” katanya.
“Apa lagi, kami lihat di pemberitaan media cetak dan elektronik, dua lurah itu mengaku tidak pernah membuat daftar nama ke 17 warga itu,” tambah Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu dan Humas KPU Muna ini.
KPU tidak akan berani menghilangkan hak masyarakat untuk memilih sebab sanksinya bisa dipidana. Terlebih lagi, laporan dua lurah atas 17 warga yang diduga fiktif ini tidak pernah dikonfirmasi MK kepada KPU.
Selain telah memulai validasi DPT, KPU Muna telah mencetak surat suara untuk kebutuhan PSU jilid dua. Jumlah surat suara yang dicetak kurang lebih seribu lembar, ditambah 2,5 persen sebagai cadangan.
“Tapi jelasnya, berapa lembar surat suara yang dicetak, tanya Sekretaris KPU Drs Halisi,” ungkapnya.
Di PSU jilid pertama, jumlah wajib pilih yang masuk dalam DPT, di TPS 4 Kelurahan Raha I berjumlah 499 orang dan di TPS 4 Kelurahan Wamponiki berjumlah 637 orang. Adapun total dana yang dibutuhkan KPU Muna dalam seluruh kegiatan PSU jilid dua ini sekitar Rp 500 juta.
“Kalau masalah dana, kita masih punya sisa dana sekitar Rp 1 miliar. Jadi, tidak perlu minta tambahan dana untuk PSU ini,” tuturnya. (cr1/c/pas)

To Top