WWF Dorong Pemda Lahirkan Perda KKPD – Berita Kota Kendari
Beranda

WWF Dorong Pemda Lahirkan Perda KKPD

Smal Islands Partnership and Governance Leader WWF Indonesia, Muhammad Ridha Hakim saat memaparkan program bentang Laut Sunda-Banda pada kegiatan Media Briefing yang berlangsung di  Plaza Inn Hotel Kendari, Selasa (24/5). (foto: IST)

Smal Islands Partnership and Governance Leader WWF Indonesia, Muhammad Ridha Hakim saat memaparkan program bentang Laut Sunda-Banda pada kegiatan Media Briefing yang berlangsung di Plaza Inn Hotel Kendari, Selasa (24/5). (foto: IST)

KENDARI, BKK – Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) di daerah ini khususnya yang berada di wilayah pesisir di himbau agar  melahirkan regulasi berupa peraturan daerah tentang kawasan konservasi perairan daerah (KKPD). Karena kekayaan atau sumber alam yang ada perairan laut diprediksi akan terus berkurang jika tidak dilakukan konservasi atau usaha perikanan kelautan berkelanjutan.
Himbauan ini disampaikan Smal Islands Partnership and Governance Leader WWF Indonesia, Muhammad Ridha Hakim kepada jurnalis usai kegiatan Media Briefing Program Bentang Laut Southern-Eastern Sulawesi yang berlangsung di  Plaza Inn Hotel Kendari, Selasa (24/5).
“Sekarang ini saja para nelayan sudah mengeluh karena terlalu jauh melalut, karena populasi ikan makin berkurang. Sehingga Pemda harus proaktif melahirkan regulasi tentang KKPD,” kata Muhammad Ridha.
Dikatakan, dengan adanya regulasi kawasan konservasi akan memberikan perlindungan bagi kawasan atau zona tertentu sebagai tempat berkembangbiaknya ikan atau tempat pemijaman ikan, sehingga populasi ikan dapat terus terjaga.
Penetapan kawasan konservasi ini, kata Muhammad Ridha, juga bermanfaat bagi pemda untuk mengontrol produksi perikanan dan kelautan  agar tidak terjadi kebocoran. “Hasil monitoring kami di beberapa daerah yang telah memiliki peraturan kawasan konservasi justru pendapatan daerahnya di sektor perikanan dan keluatan naik secara signifikan,” katanya.
Muhammad Ridha juga menyatakan, adanya regulasi ini akan menghindari terjadinya konflik antar nelayan, karena melalui Perda KKPD akan diatur zonasi, seperti zona perikanan berkelanjutan, pemanfaatan, dan zona inti.
“Dengan makin berkurangnya sumber daya alam perairan laut, maka nelayan cenderung berusaha melalut sejauh mungkin mendapatkan ikan. Ini tentu akan berpotensi berkonflik dengan nelayan dari daerah lain dalam memperebutkan kawasan,” katanya.
Sementara itu pimpinan Project SESS WWF Indonesia Sugiyanta menambahkan WWF Indonesia saat ini sedang concern dalam mendorong Pemda yang berada di dalam kawasan konservasi perairan di Sultra untuk membentuk forum KKPD.
Dia menyebutkan luas kawasan konservasi perairan di Sultra sekitar 2.054.997 hektar atau menyumbang 10 persen dari luas kawasan konervasi perairan nasional yakni sekitar 14,4 juta hektar.
Saat ini WWF melakukan pendampingan untuk pembentukan KKPD di tiga daerah yakni Konawe, Konawe Selatan, dan Kota Kendari.
“Kami harapkan semua daerah bisa ikut masuk dalam forum KKPD ini, karena untuk mewujudkan tata kelola sumberdaya kelautan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan semua pihak,” katanya.
Kegiatan Media Briefing Program Bentang Laut Southern-Eastern Sulawesi WWF Indonesia dikuti  wartawan dari sejumlah media lokal di Sultra baik media cetak, elektronik dan online.
Dalam kegiatan ini Tim WWF Indonesia yakni LSM yang bergerak di bidang konservasi memaparkan tentang program bentang laut Sunda- Banda oleh Smal Islands Partnership and Governance Leader WWF Indonesia, Muhammad Ridha Hakim dan program Bentang Laut Southern-Eastern Sulawesi oleh Sudiyanta.
Setelah dilanjutkan dilanjutkan diskusi dan merencanakan program bersama antara WWF dengan media lokal di Sultra. (lex)

To Top