Sultra Kehilangan Rp 12 Miliar per Tahun – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Sultra Kehilangan Rp 12 Miliar per Tahun

Bandara Halu Oleo Diambil Alih Pusat
KENDARI, BKK – Pengambilalihan pengelolaan Bandar Udara (Bandara) Haluoleo Kendari dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke Pemerintah Pusat (Pempus) dipastikan berdampak pada menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setidaknya, Sultra bakal kehilangan Rp 12 miliar per tahunnya.

Sejak berdiri 2005 silam, Pemprov Sultra telah mendapatkan retribusi pengelolaan Bandara Haluoleo. Namun sekarang pusat mengambil kewenangan Pemprov tersebut.
“Dulu sejak dibangun, kita punya kesempatan memperoleh penerimaan. Sejak 2005 dibangun, kita mendapatkan Rp 4 miliar per tahun. Terakhir kita mendapatkan Rp 12 miliar per tahun, masuk kas daerah. Sekarang, sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra Hado Hasina di Hotel Estate, Selasa (24/5).
Hado mengaku, pengambilalihan pengelolaan ini sudah terjadi sejak awal tahun ini atas persetujuan Gubernur Sultra Nur Alam dan DPRD Sultra. Atas kesepakatan itu, mulai dari pengelolaan bandara hingga parkir bukan lagi kewenangan Pemprov Sultra.
“Saya kira itu sudah direalisasikan (pengelolaan pusat) sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya.
Selama ini, kata dia, Pemprov Sultra telah menginvestasikan modalnya sekitar Rp 120 miliar untuk pembangunan bandara. Diprediksi modal itu bisa kembali hanya dalam beberapa tahun, terlebih ketika setoran retribusi sudah menyentuh angka Rp 12 miliar per tahun.
Di Sultra, sebut dia, ada tiga bandara yang dikelola oleh pusat. Yakni Bandara Halu Oleo Kendari, Beteoambari Baubau dan Sugimanuru Kabupaten Muna. Dua bandara lainnya, Wakatobi dan Kolaka dikelola oleh pemerintah kabupaten masing-masing.
“Satu lagi di Bandara Tomia dikelolah oleh swasta,” sebutnya. (pas/aha)

Click to comment
To Top