Kasuistika

Sidang Tuntutan Sekab Busel Ditunda

KENDARI, BKK – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari menunda sidang tuntutan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Buton Selatan (Busel) Ahmad Zakir, Selasa (24/5).
Ahmad Zakir merupakan terdakwa kasus korupsi Uang Persedian (UP) dan Dana Bantuan Sosial (Bansos) Kota baubau 2009 sampai 2011. Hal serupa juga dialami terdakwa lain, yakni mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Baubau Mbaria.
Penundaan sidang dilakukan atas permohonan Jakasa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Ansiga SH, karena belum merampungkan materi tuntutan, akibat Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Baubau sedang berada di luar kota.
Sidang perkara ini dipimpin Andri Wahyudi didampingi Purwanto S Abdulah dan Yon Efri. Kedua terdakwa dalam sidang ini didampingi penasihat hukumnya, Sri Wahyuni.
Usai menyampaikan permohonan penundaan sidang, JPU sempat menunjukan bukti pengembalian uang kerugian negara oleh terdakwa Ahmad Zakir dan Mbaria, kepada majelis hakim.
Dalam kuitansi itu, JPU menyebut, kerugian negera yang telah dikembalikan adalah sebesar Rp 428 juta. Mbaria mengembalikan Rp 243 juta dan Ahmad Zakir mengembalikan Rp 185 juta.
Uang pengembalian Mbaria telah dikembalikan ke kas negara, sementara pengembalian Ahmad Zakir masih disimpan oleh jaksa sebagai barang bukti dipersidangan.
“Ini bukti kuitansi uang pengembalian yang dilakukan dua terdakwa yang mulia,” kata Ansiga di hadapan majelis hakim.
Ditemui sidang, Ansiga mengatakan, alasan meminta agar sidang ditunda, karena masih harus menunggu Kajari Baubau pulang dari luar daerah.
“Kami menunda persidangan, karena sedang menunggu pak Kajari Baubau pulang. Sebab, sebelum pembacaan tuntutan, terlebih dahulu kami harus berdiskusi secara internal,” katanya.
“Uang pengembalian kerugian negara itu sudah dikembalikan. Untuk terdakwa Mbaria, sebelum berkasnya dilimpahkan ke pengadilan, Mbaria sudah melakukan pengembalian dan telah kita kembalikan ke kas negara,” tambah Ansiga.
Hal itu kata dia, berbeda dengan terdakwa Ahmad Zakir. Meskipun sudah mengembalikan kerugian negara, namun belum di serahkan ke kas negara karena masih akan dijadikan barang bukti dipersidang sampai ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap. (p5/c/kas)

To Top