Pendukung Paslon Bentrok, Polisi Lepaskan Tembakan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pendukung Paslon Bentrok, Polisi Lepaskan Tembakan

Kaca jendela bagian belakang mobil milik Rifai Padansa yang tampak bolong, saat diamankan di Polres Muna, Selasa (24/3).

Kaca jendela bagian belakang mobil milik Rifai Padansa yang tampak bolong, saat diamankan di Polres Muna, Selasa (24/3).

RAHA, BKK– Bentrok antara pendukung Rumah Kita dan Dokter Pilihanku pecah di depan Kantor Polres Muna pada Senin (23/5) malam, sekitar pukul 21.00. Perang batu antarkedua kubu pun memaksa polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Sebelum bentrokan terjadi, terlihat La Ode Rifai Pedansa bersama para pendukung tim Rumah Kita, masuk ke Polres Muna hendak melapor kejadian dugaan penembakan mobilnya oleh orang tidak dikenal di Empang Tula malam itu.
Di saat yang sama, pendukung Dokter-Pilihanku juga datang ke Polres Muna untuk menagih janji Kapolres Muna, AKBP Yudith Satria Hananta yang akan menangkap pelaku pengancaman yang terjadi di Empang, Kelurahan Raha 1, Kecamatan Katobu yang terjadi siang harinya.
Dua kubu yang beda pilihan politik ini pun saling bertemu dan berhadap-hadapan di kantor polisi. Entah siapa yang duluan, kedua kubu saling adu mulut yang kemudian menjadi adu batu.
Bentrokan yang terjadi di wilayahnya itu membuat polisi melepaskan tembakan peringatan. Namun entah berani atau memang sudah gelap mata, tembakan peringatan itu tidak dihiraukan. Perang batu tetap berlanjut.
Bentrokan baru bisa mereda setelah Kapolres Muna, AKBP Yudith Satria yang tiba dan langsung membubarkan kedua kubu. Mantan Kaden Gegana Brimob Polda Sultra itu terlihat memimpin langsung personil Dalmas memukul mundur pendukung Rumah Kita.
Kapolres juga memerintahkan pendukung Dokter-Pilihanku untuk membubarkan diri. “Bubar semuanya,” teriak Kapolres.
Sekitar pukul 23.00, akhirnya dua kubu hengkang dari Polres Muna. Kapolres mengatakan, pihaknya masih mengusut dua kasus berbeda yang dilaporkan masing-masing kubu.
“Untuk pelaku pengancaman Hj Wa Ode Farida di Empang Tula,  memang tersangkanya sudah ada berinisial LO. Tapi kita belum ambil karena menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kita lihat suasana dulu, jangan sampai menimbulkan masalah baru,” kata Kapolres, Selasa (24/5).
Soal pengrusakan terhadap mobil Rifai Padansa, Kapolres menegaskan kerusakan itu akibat lemparan batu, bukan karena tembakan proyektil.

“Kalau kena tembak, pasti ada sisa mesiu. Ini cuma ada pecahan pecahan batu seperti seperti serpihan semen. Kita juga sudah memeriksa sejumlah saksi yang ada di TKP. Namun demikian, kasus ini masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
Kapolres juga meluruskan isu di media sosial bahwa Wakapolres Muna, Kompol Rofikoh Yunianto tidak netral. Menurutnya, Wakapolres Muna ke sana untuk memenangkan dan mengamankan masa, bukan melakukan aksi pembiaran seperti dalam Medsos itu.
Di tempat terpisah, sopir mobil La Ode Rifai Pedansa, Rul meyakinkan bahwa lubang pada kaca jendela bagian belakang mobil itu akibat tertembak. Pasalnya, lubang itu juga tembus pada kaca jendela sebelahnya.
“Siapa bilang dilempar batu, kalau dilempar batu, tenaga siapa yang bisa melempar dalam kondisi mobil berjalan, bisa tembus dari kaca sebelah kiri, tembus berlubang ke sebelah kanan. Saya ini sudah pengalaman bawa mobil, pernah kaca mobil diparangi, dilempari batu, kayu, tapi tidak seperti model pecahnya kaca mobil ini,” kata Rul. (cr1/c/aha)

Click to comment
To Top