Beranda

Menejemen UPTD Perparkiran Dishub Perlu Dievaluasi

KENDARI, BKK- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menilai menejemen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari masih perlu dievaluasi.
Pasalnya, pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dishub untuk jasa perparkiran masih belum maksimal dibanding dengan potensi yang ada. Selain itu, dari 16 titik parkir yang telah digarap Dishub, potensi kebocoran masih didapatkan.
“Target PAD dishub untuk 2016 mencapai Rp 350 juta dan sejak Januari hingga kini telah diperoleh Rp 150 juta. Pencapaiannya ini jika kita bandingkan dengan potensi yang ada masih sangat sedikit, hal itu diakibatkan menejemen yang kurang baik,” ujar Wakil Ketua Komisi III La Ode Azhar ditemui di ruangannya, Selasa (24/5).
Salah satu contoh, sebut dia, penarikan retribusi di pelelangan. Target per-minggunya hanya mencapai Rp 300 ribu, dimana kalau dikalkulasi dalam per hari hanya mencapai Rp 42 ribu. Sementara faktanya, parkiran kendaraan roda dua dan roda empat di sana bisa mencapai ratusan kendaraan per-hari.
“Kalau hasilnya dalam satu hari hanya Rp 42 ribu, maka kendaraan yang parkir hanya 15 unit roda empat dengan penarikan retribusi Rp 2000, ditambah 12 unit roda dua dengan retribusi Rp 1000, hal ini sangat tidak rasional. Kami berharap UPTD perparkiran bisa lebih profesional dan terbuka, sebab semua itu untuk pembangunan kota,” paparnya.
Politikus Partai Golkar ini menilai, jika UPTD Perparkiran bisa profesional dalam kerjanya, maka pencapaian PAD jasa perparkiran untuk Kota Kendari seharusnya bisa mencapai angka miliar. Dimana, potensi retribusi parkir masih banyak lagi yang bisa dimanfaatkan di luar 16 titik yang telah ada.
“Kita masih punya beberapa tempat yang bisa digunakan untuk peningkatan PAD dari jasa parkir seperti kampung empang, kampung nelayan, puskesmas, dan tempat nongkrong yang menggunakan sarana pemrintah. Dimana kalau ini dimanfaatkan secara optimal kita bisa raih miliaran untuk PAD Kota Kendari setiap tahunnya,” jelas Azhar.
Sementara itu, Kepala UPTD Perparkiran Dishub Kota Kendari H Samsu menuturkan, tidak ada yang salah dalam menejemen penarikan retribusi yang dilakukan pihaknya. Terkait kurangnya target seperti di pelelangan disebabkan jasa pemungut parkir yang bukan dari pihak Dishub.
“Kita memanfaatkan warga sekitar untuk melakukan penarikan retribusi, hasilnya kita bagi. Jadi wajar kalau target yang bisa kita usul hanya seperti itu,” tuturnya.(m2/b/pas)

To Top